papua
  • Visi Papua 2013-2018

    Visi Papua 2013-2018
    Papua Bangkit Mandiri dan Sejahterah 

  • Dubes Australia kunjungi Papua

    Dubes Australia kunjungi Papua

INFO STATISTIK Total Jumlah Penduduk Papua hasil SP 2010 adalah sebesar 2.833.381 jiwa       Kabupaten Biak Numfor : Jumlah Penduduk 126.798 Papua 48.021 Non Papua 17.579 Total 65.600       Kabupaten Asmat : Jumlah Penduduk 76.577 Papua 35.592 Non Papua 4.628 Total 40.220       Kabupaten Boven Digoel : Jumlah Penduduk 55.784 Papua 19.401 Non Papua 11.007 Total 30.408       Kabupaten Deiyai : Jumlah Penduduk 62.119 Papua 32.087 Non Papua 304 Total 32.391       Kabupaten Dogiyai : Jumlah Penduduk 84.230 Papua 42.051 Non Papua 491 Total 42.542       Kabupaten Intan Jaya : Jumlah Penduduk 40.490 Papua 20.709 Non Papua 36 Total 20.745       Kabupaten Jayapura : Jumlah Penduduk 111.943 Papua 35.621 Non Papua 23.906 Total 59.527       Kabupaten Jayawijaya : Jumlah Penduduk 196.085 Papua 90.618 Non Papua 10.599 Total 101.217       Kabupaten Keerom : Jumlah Penduduk 48.536 Papua 10.458 Non Papua 16.068 Total 26.526       Kabupaten Kep Yapen : Jumlah Penduduk 82.951 Papua 32.815 Non Papua 10.150 Total 42.965       Kabupaten Lanny Jaya : Jumlah Penduduk 148.522 Papua 79.608 Non Papua 83 Total 79.691       Kabupaten Mamberamo Raya : Jumlah Penduduk 18.365 Papua 8.979 Non Papua 784 Total 9.763       Kabupaten Mamberamo Tengah : Jumlah Penduduk 39.537 Papua 21.213 Non Papua 114 Total 21.327       Kabupaten Mappi : Jumlah Penduduk 81.658 Papua 37.326 Non Papua 5.439 Total 42.765       Kabupaten Merauke : Jumlah Penduduk 195.716 Papua 37.731 Non Papua 65.347 Total 103.078       Kabupaten Mimika : Jumlah Penduduk 182.001 Papua 41.388 Non Papua 61.639 Total 103.027       Kabupaten Nabire : Jumlah Penduduk 129.893 Papua 32.850 Non Papua 36.519 Total 69.369       Kabupaten Nduga : Jumlah Penduduk 79.053 Papua 42.721 Non Papua 376 Total 43.097       Kabupaten Paniai : Jumlah Penduduk 153.432 Papua 77.979 Non Papua 2.458 Total 80.437       Kabupaten Pegunungan Bintang : Jumlah Penduduk 65.434 Papua 33.422 Non Papua 1.883 Total 35.305       Kabupaten Puncak : Jumlah Penduduk 93.218 Papua 48.885 Non Papua 375 Total 49.260       Kabupaten Puncak Jaya : Jumlah Penduduk 101.148 Papua 53.685 Non Papua 1.094 Total 54.779       Kabupaten Sarmi : Jumlah Penduduk 32.971 Papua 12.190 Non Papua 6.067 Total 18.257       Kabupaten Supiori : Jumlah Penduduk 15.874 Papua 8.008 Non Papua 334 Total 8.342       Kabupaten Tolikara : Jumlah Penduduk 114.427 Papua 61.120 Non Papua 681 Total 61.801       Kabupaten Waropen : Jumlah Penduduk 24.639 Papua 10.707 Non Papua 2.430 Total 13.137       Kabupaten Yahukimo : Jumlah Penduduk 164.512 Papua 85.234 Non Papua 1.501 Total 86.735       Kabupaten Yalimo : Jumlah Penduduk 50.763 Papua 26.753 Non Papua 232 Total 26.985       Kota Jayapura : Jumlah Penduduk 256.705 Papua 47.987 Non Papua 88.600 Total 136.587      

Potensi kab Keerom

POTENSI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KEEROM

Tanaman Pangan dan Hortikultura

Pada beberapa lokasi, pertanian tanaman pangan di Kabupaten Keerom masih  dilakukan dengan sistem tradisional sehingga tingkat produktivitas masih rendah.  Akan tetapi pada kawasan-kawasan yang berkembang terutama di wilayah transmigrasi  (Distrik Arso dan Distrik Skanto), budidaya tanaman pangan dan hortikultura telah dilakukan secara lebih  intensif dan  telah menerapkan teknologi budidaya yang modern. Oleh karena itu, sub-sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura mampu menjadi kontributor utama dalam perekonomian sektor pertanian maupun perekonomian wilayah kabupaten. Luas penggunaan lahan untuk tanaman pangan di Kabupaten Keerom pada Tahun Tahun 2010 mencapai 2.227 ha. Dan untuk tanaman hortikultura pada tahun yang sama mencapai luas 1.864 ha. Komoditas yang menonjol peranannya pada sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura adalah Ubi Jalar, Ubi Kayu, dan Padi Sawah. Ketiga komoditas ini merupakan penyumbang utama bagi produk wilayah Kabupaten. Produksi ketiga komoditas pada Tahun 2010 berturut-turut adalah 2.714 ton, 2.360 ton dan 1.287 ton.dan 1.190 ton.

Sumber Daya Mineral

Keberadaan sumberdaya mineral di daerah ini ditafsirkan dari kondisi global dan peristiwa tektonik, sehingga dengan munculnya batuan interusi seperti dirit, granodiorit, monzonit dan andesit yang menerobos batuan sekitarnya, tidak menutup kemungkinan adanya daerah potensi mineralisasi seperti emas, tembaga dan minerallainya di daerah Amgotro dan Ubrub bagian selatan. Mineralisasi tembaga dan emas di jalur Pegunungan Tengah  Papua sangat erat hubungannya dengan munculnya intrusi diroit atau monzonit yang umum terdapat di aljur Papua Ofiolit Belt. Dengan demikian bagian selatan Kabupaten Keerom, yang banyak dijumpai batuan intrusi tersebut, sangat berpotensi terdapatnya mineralisasi emas dan tembaga. Kemunculan batuan ultrabasa, dapat dijadikan sebagai indikasi batuan sumber dari tersedianya berbagai endapan logam, seperti Nikel, Mangan,Timah Hitam, Besi dan Kromit serta adanya energi fosil Batubara. Proses laterisasi yang dihasilkan oleh pelapukan batuan ultra basa yang berumur Pra Tersier sangat berpotensi untuk menghasilkan endapan tersebut. Selain potensi mineralisasi emas primer, maka emas sekunder berupa emas plaser telah telah banyak dilaporkan di temukan di sekitar Sungai Keerom yang diperkirakan bersumber dari batuan gunung api Auwewa yang berumur Oligo-Miosen. Bahan bangunan seperti batuan beku diorit, andesit, gabro, basal, ultrabasa dan batuan sedimen keras lainnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan pondasi, jalan dan sebagainya. Batu gamping dan batulempung yang banyak terdapat di daerah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku semen.

Kehutanan

Sumber daya hutan merupakan potensi alam yang paling besar dimiliki Kabupaten Keerom, dan pada umumnya potensi ini belulm banyak dimanfaatkan. Sebagian besar Kabupaten Keerom ditutupi oleh hutan, yaitu mencapai luas 942.157,31 ha (88,04% dari luas kabupaten). Pada tahun 2010, sub-sektor kehutanan mampu menyumbang PDRB Kabupaten Keerom sebesar 8,53 % dan menempati urutan ketiga dalam sektor pertanian. Perencanaan tata ruang harus mengalokasikan wilayah lindung dan budidaya hutan secara proporsional untuk menjamin tercapainya pemanfaatan sumberdaya hutan secara berkelanjutan. Berdasarkan kajian di lapangan diketahui bahwa Kabupaten Keerom terdapat 5 macam kawasan hutan yang meliputi Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Konversi (HPK), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan kawasan suaka alam. Luas keseluruhan kawasan hutan tersebut mencapai 841.857 ha (71,51% dari areal berhutan). Berbagai komoditas yang dapat dikembangkan pada sub-sektor kehutanan antara lain meliputi yaitu kayu, rotan, dan kulit kayu yang dapat dioilah menjadi plywood, block-board, veneer, lumber-core, kayu gergajian dan poliyester. Selain itu dapat pula dikembangkan produk non kayu seperti madu, plasma nutfah, dan jasa lingkungan hutan lainnya.

Peternakan

Sub sektor peternakan merupakan salah satu sub sektor yang harus diperhatikan karena dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian jika dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal. Secara umum populasi ternak yang ada di Kabupaten Keerom terbagi dalam dua jenis yaitu populasi ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Sapi dan kambing merupakan populasi ternak tertinggi yang banyak dikembangbiakan di kabupaten ini, kemudian disusul oleh ternak Babi, sedangkan ternak unggas yang banyak dikembangbiakkan di Kabupaten Keerom adalah Ayam Ras, Ayam Buras, Angsa, Itik dan Entok. Populasi Ayam Buras merupakan populasi terbesar yang dikembangbiakan di Kabupaten Keerom (61.520 ekor). Secara garis besar hal ini disebabkan karena pengusahaannya tidak terlalu memerlukan penanganan yang rumit.

Perikanan


Berdasarkan potensi badan air yang ada, pengembangan perikanan dapat dilakukan, terutama perikanan budidaya, baik pada kolam, empang, maupun jaring apung atau keramba.  Jenis-jenis halis perikanan yang dibudidayakan antara lain Ikan Mas, Mujair, Nila, Lele Dumbo dan Bawal. Populasi ikan terbesar yang dibudidayakan adalah Ikan Nila sekitar 32 ton dengan nilai jual sebesar 720 juta, dan Ikan Mas sekitar 9 ton dengan nilai jual sebesar 202 juta.

Perkebunan

Perkebunan kelapa sawit dan kakao merupakan kegiatan perkebunan yang memiliki areal lahan terluas yaitu lebih dari 47.986,98 ha atau mencapai lebih dari 99% luas lahan  tanaman perkebunan di Kabupaten Keerom. Pada tahun 2010 komoditas kelapa sawit telah memberikan tanaman panen dengan luas 8.686,98 ha dengan produksi mencapai 90.588,16 ton, sedangkan kakao seluas 7.000ha mencapai 9.500 ton. Berdasarkan potensi lahan yang ada, komoditas perkebunan sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Keerom, terutama komoditas yang banyak diminta pasar internasional (eksport) seperti kelapa sawit (CPO) dan Kakao. Disamping itu, komoditas tersebut mampu menggerakan industri berbasis pertanian (agro industri) dan menyerap banyak tenaga kerja baik pada on farm maupun off farm.
Berikut ini adalah beberapa investor yang telah menjalankan usahanya di Kabupaten Keerom pada sektor perkebunan :

PTPN II


PTPN II merupakan pionir dalam pengembangan kelapa sawit di Kabupaten Keerom, yaitu dimulai sekitar tahun 1983 yang pada saat itu mengembangkan kelapa sawit bersama-sama dengan para petani transmigram Pirsus sebagai Plasma dan PTPN II sebagai intinya. Saat ini luas panen PTPN II Arso setiap bulanya mencapai rata-rata 2.286 Ha dan 1.068 yang dikolola oleh PT. Bumi Irian Perkasa. Sebagian besar lahan panen merupakan areal plasma denga luas sekitar 3.600 Ha. Jumlah CPO yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa swit ini berfluktuasi setiap bulanya, jumlah yang terbesar terjadi pada bulan juni yaitu 1.700,59 Ton.

PT. Tandan Sawita PapuaPT. Tandan Sawita dapat dikatakan salah satu investor baru di Kabupaten Keerom. Sesuai SK Gubernur Provinsi Papua No. 7 Tahun 2010 tanggal 24 Januari 2010, PT Tandan Sawita Papua mendapat areal hutan APL seluas 18.337,90 ha di Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, untuk kepentingan membangun perkebunan Kelapa Sawit.
Perkembangan pemanfaatan dan pembukaan hutan yang dilakukan :
-Luas areal kerja                      : 18.337,90 ha
-Luas area Konservasi dll        : 4.477,82 ha
-Luas lahan efektif                   : 13.862 ha