Sekolah Rakyat Papua Berjalan Sambil Menunggu Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Operates While Permanent Facilities Are Being Built
Pemerintah Provinsi Papua menjalankan program Sekolah Rakyat sambil menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas fisiknya. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak harus menunggu gedung sekolah selesai untuk memperoleh layanan pendidikan. The Papua Provincial Government is implementing the Sekolah Rakyat program while awaiting the completion of permanent school facilities. The approach is intended to ensure that children from low-income families do not have to wait for school buildings to be completed before gaining access to education services.
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menjalankan program Sekolah Rakyat sambil menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas fisiknya. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak harus menunggu gedung sekolah selesai untuk memperoleh layanan pendidikan.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan tiga lokasi Sekolah Rakyat dari usulan pembangunan 2026 mulai terbangun di Biak, Sarmi, dan Kota Jayapura. Pelaksanaan program juga telah berjalan sejak tahun sebelumnya di sejumlah kabupaten.
Fakhiri menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Sekolah Rakyat rintisan terintegrasi di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026).
“Yang baru bisa terbangun dari usulan kami tahun ini itu ada tiga, di Biak, kemudian di Sarmi, dan di Kota Jayapura. Namun, kita tidak bisa menunggu terbangun dulu,” kata Fakhiri.
Menurut Fakhiri, Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut juga diharapkan menjangkau anak yang putus sekolah dan tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Fakhiri mengatakan pembangunan berikutnya direncanakan di Kabupaten Jayapura, Kepulauan Yapen, dan Supiori. Untuk Kabupaten Jayapura, pemerintah menyiapkan lokasi di Maribu menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Papua.
“Kalau ini bisa dibangun mendekatkan ke area-area yang sudah terbuka, ini kan bisa banyak menolong anak-anak Papua yang mungkin pada saat ini tidak mampu untuk bersekolah,” ujarnya.
Fakhiri berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Papua dapat diselesaikan pada tahun depan. Ketersediaan lahan masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan dalam pembangunan sejumlah lokasi.
Sebagian besar kabupaten dan kota, kata Fakhiri, telah menyiapkan lahan untuk mendukung program tersebut. Pemerintah Provinsi Papua selanjutnya mendorong proses pembangunan agar akses pendidikan bagi kelompok sasaran dapat diperluas. ***
JAYAPURA – The Papua Provincial Government is implementing the Sekolah Rakyat program while awaiting the completion of permanent school facilities. The approach is intended to ensure that children from low-income families do not have to wait for school buildings to be completed before gaining access to education services.
Papua Governor Matius D. Fakhiri said three locations proposed for construction in 2026 have begun development in Biak, Sarmi and Jayapura City. The program has also been operating since the previous year in several regencies.
Fakhiri made the statement while accompanying Coordinating Minister for Infrastructure and Regional Development Agus Harimurti Yudhoyono during a visit to a pilot integrated Sekolah Rakyat in North Jayapura District, Jayapura City, on Friday (Sept. 18, 2026).
“The three locations from our proposals that can begin construction this year are in Biak, Sarmi and Jayapura City. However, we cannot simply wait until the buildings are completed,” Fakhiri said.
According to Fakhiri, the Sekolah Rakyat program can expand access to education for children from low-income families. The program is also expected to reach children who have dropped out of school and those living in areas with limited access to education.
Fakhiri said further construction is planned in Jayapura Regency, Yapen Islands Regency and Supiori Regency. In Jayapura Regency, the government has prepared a site in Maribu on land owned by the Papua Provincial Government.
“If these schools can be built closer to areas that are already accessible, they can provide significant help to Papuan children who may currently be unable to attend school,” he said.
Fakhiri expressed hope that construction of Sekolah Rakyat across Papua could be completed next year. Land availability remains one of the issues that needs to be addressed in developing several locations.
Fakhiri said most regencies and cities had prepared land to support the program. The Papua Provincial Government will continue to push forward with construction so that access to education can be expanded for the program’s target groups. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-