Gubernur Papua Dorong Transformasi Sektor Kelautan dan Perikanan Papua Governor Pushes Transformation of the Marine and Fisheries Sector
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung transformasi pembangunan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. Papua Governor Matius D. Fakhiri emphasized that the marine and fisheries sector is one of the main pillars in supporting Papua's development transformation toward becoming smart, prosperous, and harmonious.
JAYAPURA - Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung transformasi pembangunan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
Hal itu disampaikan Gubernur saat membuka Forum Koordinasi Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tahun 2026 di Jayapura, Rabu (3/6).
Menurut Fakhiri, forum tersebut memiliki peran strategis sebagai wadah konsolidasi dan sinkronisasi program pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Papua.
“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi transformasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Kita harus bergerak lebih cepat, adaptif, inovatif, dan terintegrasi dalam menjawab berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.
Gubernur mengatakan Papua memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, dengan estimasi mencapai 1,3 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 235 ribu ton per tahun.
Karena itu, pengelolaan sektor kelautan dan perikanan perlu terus diperkuat untuk meningkatkan produksi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, dan pelaku usaha perikanan lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor perikanan Papua tumbuh sebesar 8,32 persen. Capaian tersebut menunjukkan sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Fakhiri juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Merah Putih. Dari 200 lokasi yang dialokasikan secara nasional, Papua telah mengusulkan 86 lokasi yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
“Program ini harus dikawal bersama agar mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong penguatan hilirisasi sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan sarana dan prasarana pendukung, termasuk pelabuhan perikanan di Jayapura dan Biak.
“Dengan penguatan infrastruktur dan hilirisasi, potensi perikanan Papua dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. ***
JAYAPURA – Papua Governor Matius D. Fakhiri emphasized that the marine and fisheries sector is one of the main pillars in supporting Papua's development transformation toward becoming smart, prosperous, and harmonious.
The Governor made the statement when opening the 2026 Papua Province Marine and Fisheries Coordination Forum in Jayapura on Wednesday, June 3.
According to Fakhiri, the forum plays a strategic role as a platform for consolidating and synchronizing marine and fisheries development programs in Papua.
"2026 is an important momentum for the transformation of marine and fisheries development. We must move faster, be more adaptive, innovative, and integrated in responding to the various challenges we face," he said.
The Governor said Papua has enormous fisheries resource potential, estimated at 1.3 million tons per year. However, current utilization only reaches around 235,000 tons per year.
Therefore, the management of the marine and fisheries sector must continue to be strengthened to increase production while also improving the welfare of coastal communities, fishermen, fish farmers, fishery product processors, and other fisheries business actors.
Based on data from Statistics Indonesia (BPS), Papua's fisheries subsector grew by 8.32 percent. This achievement shows that the fisheries sector plays an important role in supporting regional economic growth.
Fakhiri also expressed appreciation for the central government's attention through the National Strategic Program of the Kampung Nelayan Merah Putih. Of the 200 locations allocated nationally, Papua has proposed 86 locations spread across several regencies and cities.
"This program must be jointly overseen so that it can increase productivity, strengthen the economy of coastal communities, and create new jobs," he said.
In addition, the Papua Provincial Government continues to encourage downstream development in the marine and fisheries sector through the development of supporting facilities and infrastructure, including fishing ports in Jayapura and Biak.
"With stronger infrastructure and downstream development, Papua's fisheries potential can provide greater added value for the community and support sustainable regional economic growth," he concluded. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-