Pemprov Papua Dorong BTF Berlanjut, Vanimo Diusulkan Jadi Lokasi Penyelenggaraan 2027 Papua Provincial Government Calls for Border Trade Fair to Continue, with Vanimo Proposed as Host for 2027
JAYAPURA- Pemerintah Provinsi Papua mendorong pelaksanaan Border Trade Fair (BTF) terus berlanjut sebagai upaya memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Papua Nugini (PNG), khususnya dalam bidang perdagangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan. JAYAPURA – The Papua Provincial Government is calling for the continuation of the Border Trade Fair (BTF) to strengthen cooperation between Indonesia and Papua New Guinea (PNG), particularly in trade, the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the economic empowerment of border communities.
Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Papua Bidang Administrasi Umum, Suzana D. Wanggai, saat penutupan BTF 2026 di kawasan Perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Sabtu (10/10). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi wadah interaksi masyarakat kedua negara sekaligus membuka peluang pengembangan perdagangan lintas batas.
Suzana menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia dan Papua Nugini yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, BTF memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan maupun jumlah peserta yang terlibat.
“BTF tidak boleh berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dikembangkan, baik dari segi kualitas penyelenggaraan maupun skala partisipasinya. Saya juga menyambut baik rencana pelaksanaan BTF tahun depan di Vanimo, Papua Nugini,” ujar Suzana.
Menurut Suzana, BTF tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk unggulan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha, dan pemangku kepentingan dari kedua negara.
Melalui kegiatan tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, pertemuan antarpelaku usaha dapat membuka peluang investasi dan kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.
Suzana menegaskan bahwa kawasan perbatasan memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan peluang usaha baru.
“Kawasan perbatasan harus kita pandang bukan sekadar sebagai garis pemisah wilayah negara, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjut Suzana, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Papua Nugini, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, pelaku UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan. ***
Suzana D. Wanggai, Assistant to the Papua Regional Secretary for General Administration, made the remarks at the closing ceremony of BTF 2026 in the Skouw border area of Jayapura City on Saturday, October 10. The three-day event provided a platform for interaction between communities from both countries and opened opportunities for cross-border trade.
Suzana expressed her appreciation to participants from Indonesia and Papua New Guinea. She said BTF had considerable potential for further development, both in terms of the quality of the event and the number of participants.
“BTF must not end here. It must continue to grow, both in the quality of its organization and the scale of participation. I also welcome the plan to hold next year’s BTF in Vanimo, Papua New Guinea,” Suzana said.
According to Suzana, BTF serves not only as a showcase for leading local products but also as a strategic platform connecting MSME operators, business owners, and stakeholders from both countries.
The event is expected to raise the profile of local products and help them reach wider markets. Interactions among business representatives can also create opportunities for investment and mutually beneficial trade partnerships.
Suzana emphasized that border areas play a strategic role in strengthening connectivity, promoting interaction between communities, boosting economic activity, and creating new business opportunities.
“We must view border areas not merely as lines separating countries but as strategic spaces for building connectivity, promoting interaction between communities, boosting economic activity, and creating new business opportunities,” she stressed.
Suzana added that the Papua Provincial Government remained committed to strengthening coordination and collaboration with the central government, the Government of Papua New Guinea, regency and city governments, the business community, MSME operators, and all stakeholders. ***
Tentang Penulis
PakChris