Beranda Berita Pemerintahan Pemprov Papua Minta TPID Perketat Pemantauan Harga Pangan Jelang Nataru
Ekonomi Daerah 129 menit baca

Pemprov Papua Minta TPID Perketat Pemantauan Harga Pangan Jelang Nataru

Tim Redaksi Pemprov Papua

30 Oct 26 · 372 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota memperkuat pemantauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi bahan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan pemantauan secara berkala perlu ditingkatkan menyusul perubahan harga sejumlah komoditas pangan pada Oktober 2026. Komoditas yang perlu mendapat perhatian antara lain cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.

“Berdasarkan data TPID Provinsi Papua hingga minggu ketiga Oktober 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Papua tercatat sebesar 2,40. Angka ini lebih rendah dibandingkan minggu pertama Oktober sebesar 2,64 dan minggu kedua sebesar 2,50,” kata Andry.

Andry menyebut Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Keerom sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian harga.

Pada minggu ketiga Oktober 2026, IPH Kabupaten Biak Numfor tercatat sebesar 8,38. Perubahan harga di daerah tersebut terutama dipengaruhi cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Sementara itu, IPH Kabupaten Keerom tercatat sebesar 2,60. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi komoditas utama yang memengaruhi perkembangan harga di wilayah tersebut.

Menurut Andry, TPID kabupaten/kota perlu melakukan pemantauan secara konsisten, tidak hanya terhadap harga di pasar, tetapi juga terhadap kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan.

Koordinasi antarpemangku kepentingan juga diperlukan agar potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi lebih awal. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi dan tekanan harga dapat dikendalikan.

Pemprov Papua berharap penguatan koordinasi dan pemantauan di seluruh kabupaten/kota dapat mendukung stabilitas harga pangan serta menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. ***

Tentang Penulis

PakChris

Pencarian