Beranda Berita Pemerintahan Gubernur IPDN Janji Program Afirmasi Berlaku Setiap Tahun
Uncategorized 84 menit baca

Gubernur IPDN Janji Program Afirmasi Berlaku Setiap Tahun

Tim Redaksi Pemprov Papua

09 Aug 16 · 3274 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

Gubernur IPDN Ermaya Suradinata menjanjikan program afirmasi untuk anak asli Papua akan diberlakukan setiap tahun saat seleksi perekrutan calon praja. Hal ini diakui Ermaya saat berkunjung ke Kantor Gubernur Dok II Jayapura, pekan kemarin, yang sekaligus meninjau pelaksanaan tes gelombang dua program afirmasi seleksi calon praja IPDN 2016. “Program afirmasi ini atas persetujuan Mendagri dan Presiden tiap tahun harus ada dan saya akan ajukan terus ke Menpan sehingga setiap tahun har

Gubernur IPDN Ermaya Suradinata menjanjikan program afirmasi untuk anak asli Papua akan diberlakukan setiap tahun saat seleksi perekrutan calon praja.


Hal ini diakui Ermaya saat berkunjung ke Kantor Gubernur Dok II Jayapura, pekan kemarin, yang sekaligus meninjau pelaksanaan tes gelombang dua program afirmasi seleksi calon praja IPDN 2016.


“Program afirmasi ini atas persetujuan Mendagri dan Presiden tiap tahun harus ada dan saya akan ajukan terus ke Menpan sehingga setiap tahun harus ada,” terang dia.


Meski begitu, Ermana juga menegaskan tak hanya anak-anak asli Papua yang bakal diperhatikan. Tetapi juga anak-anak pendatang kelahiran Papua. “Apalagi jika mereka memiliki kualitas untuk membangun di tanah Papua, saya rasa kita pun harus menghormati itu,” ajak dia.


Ia mengatakan pentingnya untuk memberikan program afirmasi, agar dapat merekrut sebanyak mungkin anak-anak asli Papua menjadi calon praja IPDN. Sebab jika menerapkan standar nasional, maka yang dapat diterima akan sangat sedikit.


Solusinya, lanjut Ermana, harus dibuat standar nilai khusus Papua. “Kan anak asli pedalaman tidak mengenal ahli komputer sementara sistem kita online. Lalu pengetahuan pendidikan SMA di pegunungan tidak seperti di kota besar. Lingkungan pasti berpengaruh sehingga kita harus sesuaikan dengan budaya Papua”.


“Apalagi saya 20 tahun bertugas disini sejak 1972, saya melihat budaya Papua ini tidak bisa sama dengan di Pulau Jawa, Sumatera, atau Sulawesi.  Sehingga perlu ada standar khusus dan kita yang harus menyesuaikan serta menghormati budaya Papua ini,” ucapnya.


Ia menambahkan yang mesti dilakukan saat ini adalah memberikan kesempatan bagi anak-anak asli Papua untuk masuk sebagai calon praja IPDN. Sebab, menurut pengamatannya selama ini para anak asli Papua, telah mampu bersaing dan memenuhi standar nasional saat mengikuti proses pendidikan.


“Dari dulu saya punya keyakinan anak didik asal Papua mampu menyamai level standar nasional setelah mengikuti pendidikan. Sehingga yang perlu kita berikan saat ini adalah memberi mereka kesempatan dulu”.


“Sebab saya melihat Papua kedepan yang harus dibangun bukan saja alam semestanya, tetapi juga manusianya. Sehingga sekali lagi harus diberi kesempatan,” tutupnya.

Tentang Penulis

Tim Redaksi Pemprov Papua

-

Pencarian