Pengurus KONI Yang Baru Harus Pekerja Penuh Waktu
Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe berpesan agar para pihak yang nantinya duduk dalam kepengurusan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Papua 2017 – 2021, adalah pekerja penuh waktu (full time) dan tak memiliki jam kerja di tempat lain.
Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe berpesan
agar para pihak yang nantinya duduk dalam kepengurusan Komite Nasional Olahraga
Indonesia (KONI) Papua 2017 – 2021, adalah pekerja penuh waktu (full time) dan
tak memiliki jam kerja di tempat lain.
“Pengurus KONI Kedepan harus betul-betul fokus
bekerja di KONI. Jangan jadi pekerjaan sampingan. Karena kita punya pekerjaan
besar,” tegas Lukas Enembe disela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua 2017, Rabu (22/11) di
Jayapura.
Lukas mengaku, semasa menjadi Ketua Umum KONI
Papua, dirinya tak pernah ikut rapat sebab belum pernah mendapat pemberitahuan.
Oleh karena itu, dia berharap pengurus yang dittunjuk nanti, harus bisa bekerja
sungguh-sungguh di KONI.
“Wajib menempatkan orang yang profesional dan
punya kemampuan. Jangan menempatkan semua orang yang nantinya tidak akan
mendapatkan hasil. Apalagi hanya sekedar untuk ambil honor, yang seperi itu
tidak perlu dimasukan,” tegasnya.
Tak hanya kepada pengurus KONI, Lukas juga
berharap agar pengurus cabang olahraga dapat benar-benar bekerja maksimal
menyiapkan atlet dan tak memusingkan hal lain.
Sementara itu, Ketua Harian Komite Olahraga
Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, Klemen Tinal mengingatkan pengurus
KONI yang nantinya dipilih agar pada PON XX, wajib sukses administrasi. Dengan
demikian, seluruh anggaran wajib dipertanggungjawabkan secara hukum.
Dia pun mengimbau, pengurus KONI yang baru
untuk mulai menggairahkan gelora PON XX di Papua. Sebab hingga saat ini belum
belum terlihat semangat dan gairah dari masyarakat untuk menyemarakan situasi
jelang PON XX.
Ia pun mengimbau berharap agar venue PON
nantinya tak hanya dibangun di Kota Jayapura saja, tetapi di seluruh daerah di
provinsi ini.
Dia berharap pemerintah pusat dapat membangun
di lima cluster, yang sudah survey oleh KONI pusat, yaitu di Kabupaten Biak,
Wamena, Merauke, Mimika, dan Jayapura.
“Sebab jika seluruh venue dibangun di Kota Jayapura,
tidak bisa menampung seluruh peserta yang mencapai hingga puluhan ribu orang.
Sehingga harus didorong di semua cluster,” tuntasnya.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.