Beranda Berita Pemerintahan Pangan Lokal Didorong Jadi Makanan Atlet dan Official PON XX
Lainnya 2 menit baca

Pangan Lokal Didorong Jadi Makanan Atlet dan Official PON XX

Tim Redaksi Pemprov Papua

27 Feb 18 · 1089 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX 2020 mendorong pangan lokal seperti papeda, umbi-umbian, sagu, olahan buah merah, serta lainya, guna menjadi makanan bagi atlet maupun official, saat iven empat tahunan itu bergulir di bumi cenderawasih.

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX 2020 mendorong pangan lokal seperti papeda, umbi-umbian, sagu, olahan buah merah, serta lainya, guna menjadi makanan bagi atlet maupun official, saat iven empat tahunan itu bergulir di bumi cenderawasih.

Menurut Koodinator Konsumsi PB PON Papua Yulce W. Enembe, selain memiliki kandungan gizi yang tinggi pangan lokal, memiliki rasa yang tak kalah nikmat dibanding pangan nasional. “Sehingga kita dorong pangan lokal menjadi salah satu menu makanan bagi atlet dan official”.

“Kita sudah bangun komunikasi dengan pihak terkait serta salah satu koki terkenal, untuk selanjutnya bisa mempersiapkan pangan lokal apa saja yang bisa disajikan bagi atlet dan official,” ucap dia, di Jayapura, kemarin.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Ketahanan Pangan juga tengah berupaya mempersiapkan olahan pangan lokal, guna mendukung penyediaan oleh-oleh bagi peserta PON 2020.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Papua, Robert Edy Purwoko, pihaknya saat ini sedang melakukan pembinaan terhadap sejumlah kelompok wanita tani. Mereka di bimbing untuk membuat beberapa olahan pangan lokal yag dapat dijual saat perhelatan PON 2020.

“Kita bimbing dari sekarang sehingga saat PON nanti, mereka sudah siap memasarkan hasil produksinya,” terang dia.

Lanjutnya, pembinaan yang dilakukan kepada sejumlah kelompok wanita tani ini, dilakukan pada lima wilayah tempat pelaksaan PON. Sebab masing-masing wilayah adat, memiliki sumber pangan lokal masing-masing.

"Yang pasti semua kelompok tani ini wajib mengelola sumber pangan lokal. Tak boleh yang lain. Sebab kalau temanya pangan lokal berarti apa semua yang tumbuh dan dikembangkan di atas tanah ini," katanya.

Ia berharap dengan upaya itu, para kelompok tani dapat meningkatkan kesejahteraannya. Termasuk membantu para petani pangan lokal untuk kesejahteraan keluarganya.

Tentang Penulis

Tim Redaksi Humas Pemprov Papua

Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.

Pencarian