KONI Diminta Manfaatkan Anggaran Yang Ada Untuk TC Atlet PON
Pemerintah Provinsi Provinsi Papua menyadari dukungan dana terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat hingga saat ini, masih minim dan jauh dari harapan. Dimana dukungan dana untuk TC Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, yang ada hanya senilai Rp10 miliar.
Pemerintah Provinsi Provinsi Papua
menyadari dukungan dana terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
setempat hingga saat ini, masih minim dan jauh dari harapan. Dimana dukungan
dana untuk TC Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, yang ada hanya senilai
Rp10 miliar.
Angka tersebut pula, dinilai jauh dari yang diusulkan KONI
Papua senilai Rp200 miliar. Pun demikian diharapkan dana yang ada itu dapat
dimanfaatkan secara maksimal, sambil menunggu pengusulan anggaran tambahan
dalam APBD Perubahan 2018.
“Kita akui dengan banyaknya kebutuhan anggaran ditahun ini,
maka KONI Papua baru mendapatkan dukungan dana Rp10 miliar. Nah untuk
penambahan anggaran tentu tidak bisa dilakukan sekarang ini, sehingga KONI
Papua manfaatkan anggaran yang ada dulu.”
“Yang jelas di APBD Perubahan pasti akan dibahas untuk
usulan tambahan anggaran TC atlet PON Papua. Termasuk kebutuahan lain KONI
Papua dan pembangunan venus PON 2020,” terang Penjabat Gubernur Papua Soedarmo
di Jayapura, belum lama ini.
Soedarmo menilai wajar-wajar saja ada usulan dana untuk TC
bagi atlet Papua dalam persiapan menghadapi PON 2020. Namun sekali lagi
permintaan itu belum bisa dipenuhi saat ini dan baru akan dibahas APBD
Perubahan 2018.
“Sebab saat pembahasan APBD 2018 di tahun yang lalu kan ada
pertimbangan (belum mengabulkan permintaan usulan dana TC PON dari KONI Papua) karena
berkaitan dengan pembiayaan untuk Pilkada Papua.”
“Selain itu, saat ini Pemprov Papua sedang fokus tak hanya
untuk TC atlet saja, tetapi juga untuk pembangunan venus dan sebagainya.
Sehingga kita harap KONI menunggu semuanya berproses,” terang dia.
Dia tambahkan, saat ini tim anggaran Pemprov Papua sedang
memetakan semua kebutuhan pembangunan, sehingga bila ada pos anggaran yang
tidak terpakai selanjutnya akan ditarik untuk untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan
yang sifatnya mendesak.
“Intinya kita minta KONI Papua agar mesti ikut bersabar.
Sebab semua pengurusan ada prosedurnya. Sebab masih ada juga kebutuhan mendesak
lain disamping PON. Misalnya, memenuhi kebutuhan untuk RSUD Jayapura, yang saat
ini butuh banyak perbaikan mulai dari gedung, kebutuhan air maupun hal terkait
lainnya. Bahkan hal demikian sangat prioritas,” tegasnya.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.