Lainnya
5 menit baca
Bidang Upacara PON 2020 Gelar Rapat Perdana
Bidang Upacara pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020, menggelar rapat perdana mereka yang berlangsung di ruang rapat Otonom Kotaraja,
JAYAPURA,- Bidang Upacara pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020, menggelar rapat perdana mereka yang berlangsung di ruang rapat Otonom Kotaraja, Senin, (07/10/2019).
Koordinator Bidang Upacara Israil Ilolu mengatakan, pertemuan ini adalah pertemuan pertama dengan tim Iven Organizer dan kami sangat mengharapkan karena mereka sudah menjelaskan dan memaparkan semua rencana kegiatan.
"Program-program yang nanti mereka susun, tentunya kami sebagai pelaksana dilapangan betul-betul harus memahami dan mengerti apa yang mereka paparkan," ujar Israil, Senin, (07/10/2019).
Oleh karena itu mengingat juga waktu tinggal 300 hari lebih, dari bulan Oktober 2019 ke Oktober 2020. Jadi tinggal satu tahun lagi dan kita ini boleh dikata masih jalan ditempat devensif kira-kira strategi bertahan, sekarang kita harus lebih ovensif menyerang.
"Sekarang kalau kita tidak mulai kita akan terlambat dan saya tidak tau apa jadinya. Makanya saya undang mereka dan mereka ini sudah berpengalaman dimana treck rekortnya sudah berhasil di PON XIX Jawa Barat 2016 lalu," terangnya.
Lanjutnya muda-mudahan dan saya sangat harapkan semua teman-teman mendukung semua program dan rencana yang telah di susun oleh mereka agar menjadi pedoman bagi kita untuk kita melaksanakan tugas-tugas ini kedepan karena perhelatan besar ini adalag harga diri kita orang Papua dan Pak Gubernur selalu mengatakan seperti itu.
"Jadi kita betul-betul harus bekerja untuk sukseskan PON 2020," bebernya.
Sementara itu CEO atau tim Pendamping Bidang Upacara Reza Pamungkas mengaku perlu dilakukan perencanaan-perencanaan apa saja yang harus dilakukan.
Kebetulan saya Tehknilal Derecktor di Bidang Upacara di Opening Closing PON XIX Jawa Barat 2016 lalu. "Jadi saya merancang disitu betul-betul dirancang dari nol, jadi bekal itu yang kami bawah ke sini," ujarnya.
Nah disini beberapa waktu yang lalu saya sempat datang ke Papua kemudian melihat kondisi yang terjadi apa saja dan kemungkinan-kemungkinanya bisa jadi seperti apa?. "Jadi mana perencanaan-perencanaan yang bisa dipadukan yang bisa dilakukan disini sesuai dengan pengalaman yang saya pernah lakukan. Hari ini kita duduk sama-sama adalah menggambarkan apa yang waktu itu sempat saya lakukan kemudian apa bisa memungkinkan bisa dilakukan disini," ungkapnya.
Supaya nantinya teman-teman semua bidang bisa menjadi satu paket tim yang utuh maka dengan itu harus sama-sama nanti berikutnya akan muncul pertemuan-pertemuan yang lebih detail masuk ke lokasi kemungkinan dan lain-lain.
"Karena itu wajib dilakukan sejak saat ini supaya tidak terlambat dan tidak kecolongan juga nantinya. Apalagi tidak semua orang mengalami aktifitas ini, saya membangun jawa barat energinya itu sulit sampai akhirnya ketemu juga kata-kata manisnya itu. Kalau mau ketemu menjadi tuan rumah itu 120 tahun lagi kita bisa jadi tuan rumah di Papua," terangnya.
Kita harus konsen dan intens harus punta niat yang kuat untuk bisa merelesaikan ini. Jadi datang disini untuk duduk sama-sama kepanitian disini bidang ucapara kita diskusi panjang bicarakan apa-apa saja yang bisa dilakukan disini.
Ditanya terkait apa saja yang sulit ketika pada upacara pembukaan dan penutupan, dirinya mengatakan disemua tempat hampir sama, yang pertama pasti kita akan bicara sejauh mana kita buat upacara pembukaan dan penutupan sebesar apa standarisasinya mau sampai dimana?.
"Itu semuanya pasti sama semua Kota yang menjadi tuan rumah pasti punya PR pertama itu, mau sampai dimana ni. Kedua bagaimana insfrastruktur dan kelengkapan barang-barang yang ada. Karena ide apapun yang bisa dimunculkan itu akann diikutkan dengan kebutuhan peralatan. Kami di Jawa Barat sama kami harus mendatangkan alat-alat semua tapi Alhamdulilah semua bisa kita akomodir semua dari Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya sangat sedikit sekali kita bawah dari luar Indonesia itu seperti Projecktor kurang barang dari Indonesia kita bawah dari Singapura itu hanya dua unit hanya hal-hal kecil. Tapi yang lain-lain dulu kita coba akaomodir semua dari Indonesia.
"Itu Jawa Barat yang konon katanya dekat dengan pelabuhan dan lain sebagainya. Kondisi yang terjadi di Papua ceritanya lain kalau kita menduplikasi apa yang terjadi di Jawa Barat kelengkapan barang ini harus kita bawah dari Jawa misalkan Bali, atau dari mana itu PR tentang kelengkapan peralatan pasti harus kita bawah kesini," bebernya.
Nanti di bawah kesini kita lihat pelabuhannya lagi siap atau tidak atau bandara siap atau tidak menerima sekian barang yang akan ada dan besok lusa barang-barang harus kembali atau ternyata akan menjadi dukungan untuk Papua misalnya.
Sisi lain itu masalah hartwering barang-barang keras, barang softwering itu barang proses kita bicara soal energi, kekuatan, pemahaman dan saya sendiri jujur saja ini di kerjakan saya sendiri dengan kondisi yang pancingan karena besok lusa harus duduk sama-sama dimana teman-teman seniman, budaya dan lain sebegainya dan mereka yang akan memetuskan dan menentukan warna merah, kuning dan seterusnya harus ada disini.
"Saya hanya mengantarkan dan mendampingi untuk menghasilkan suatu konsep yang utuh. Pancingan kita akan keluarin kaya Obor, saya tetap kalau urusan obor agak sedikit gotot supaya kita tetap pertahankan karena ini karya Indonesia. Jangan sampai kita lemah sendiri dan itu harus import yang terjadi selama dan berhasil di Jawa Barat Impor. Kaya obor kan sudah ada desaign disini," bilangnya.
Nanti didiskusukan dengan semu kepanitiaan dan kemudian kita ketemu dengan Budayawan, Seniman dan lain sebagainya. Jadi mana yang paling pas ornamen apa yang paling pas, keterlibatan 5 wilayah adat itu nanti ada dimana dan disimbolkan lewat apa nah itu turunannya nanti kesana. Itu proses yang wajib dilakukan masalah sulit dan tidaknya kita harus punya niat dari awal kalau semuanya sudah padu pasti akan gampang dan lebih muda.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.