Asosiasi Koperasi Nelayan Papua Minta Otsus dilanjutkan Papuan Fisheries Cooperative Association Asks for Special Autonomy to Continue
Asosiasi Koperasi Nelayan Provinsi Papua mendorong perpanjangan UU Otsus, sebab dinilai sudah menyentuh kepentingan masyarakat tingkat bawah melalui berbagai program yang dilaksanakan pemerintah. The Papua Provincial Fisheries Cooperative Association encourages the extension of the Special Autonomy Law, as it is considered to have touched the interests of the lower levels of society through various government-implemented programs.
Asosiasi Koperasi Nelayan Provinsi Papua mendorong perpanjangan UU Otsus, sebab dinilai sudah menyentuh kepentingan masyarakat tingkat bawah melalui berbagai program yang dilaksanakan pemerintah.
Hal itu sebagaimana klaim Ketua Asosiasi Koperasi Nelayan Provinsi Papua Salmon Patai, dalam keterangannya Rabu (21/10/2020) petang.
Menurut ia, UU Otsus sebenarnya tidak gagal. Hanya saja, para pelaksanannya yang belum menjalankan dengan maksimal.
“Sebenarnya otsus kita sudah rasakan tetapi. Untuk itu, kita mendukung dan mendorong UU ini dilanjutkan,” terang ia.
Ia mencontohkan pada beberapa waktu lalu dimana pemerintah daerah mencanangkan program bantuan dana Otsus bagi nelayan Papua, yang langsung menyentuh nelayan lokal.
Hanya saja, seiring berjalannya waktu, keberlanjutan program itu terhenti, sehingga nelayan lokal tidak lagi merasakan bantuan lewat dana otsus.
“Hal inilah yang membuat pada akhirnya masyarakat Papua menilai otsus itu gagal”.
“Makanya kedepan mungkin program bantuan seperti ini harus kembali diaktifkan. Sehingga pada akhirnya asosiasi nelayan bisa dibangunkan kantor, salah satu contohnya,” ujar ia.
Hal penting lain, tambah dia, perlu diselenggarakan pelatihan rutin setahun sekali bagi para nelayan dalam bidang teknologi terkini dalam budidaya atau perikanan tangkap.
Dengan adanya pembaharuan ilmu itu, diharapkan para nelayan bisa terbantu dalam mengembangkan atau menjual hasil ikan tangkapannya ke luar Papua atau bahkan luar negeri.
The Papua Provincial Fisheries Cooperative Association encourages the extension of the Special Autonomy Law, as it is considered to have touched the interests of the lower levels of society through various government-implemented programs.
The Chairman of the Fisheries Cooperative Association Papua Salmon Patai claimed, in his statement to the press, Wednesday (10/21/2020) evening.
According to him, the Special Autonomy Act did not actually fail. It's just that the executors haven't done their utmost.
"Actually Special Autonomy has an impact for us, therefore, we support and encourage this act to continue," he explained.
He exemplifies when the local government established a Special Autonomy funding assistance program for Papuan fishermen, which directly touched local fishermen.
It's just that, over time, the program's sustainability has stalled, so that local fishermen no longer feel the assistance through the special autonomy fund.
"This makes Papuans ultimately judge special autonomy as failure".
"That's why in the future this kind of assistance program should be re-activated. So Fisheries Cooperative Association can build the office, one example," he said.
Another important thing, he added, there needs to be regular training once a year for fishermen in the field of the latest technology in the cultivation or fishing of catch.
With the renewal of the science, it is hoped that fishermen can be helped in developing or selling their catch abroad or abroad.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-