Tekan Stunting, Gubernur Ridwan Minta Pemda Supiori Tingkatkan Peran Posyandu Preventing The Stunting, Governor Ridwan Asks Supiori Local Government to Increase the Role of Integrated Service Post (Posyandu)
Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun meminta Pemda Supiori meningkatkan peran Posyandu, agar dapat mengambil bagian dan berperan penting menekan angka stunting di wilayah tersebut. Acting Governor of Papua Muhammad Ridwan Rumasukun asked the Supiori Regional Government to increase the role of the Integrated Service Post so that they can take part and play an important role in reducing stunting rates in the region.
SORENDIWERI - Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun meminta Pemda Supiori meningkatkan peran Posyandu, agar dapat mengambil bagian dan berperan penting menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Ridwan, dalam kunjungan kerjanya di Sorendiweri, Kabupaten Supiori, Rabu (4/10/2023).
Gubernur menyoroti masalah stunting di Supiori lewat data prevelensi yang mencapai 40,2 %, atau tertinggi di Papua.
Meski demikian, Ridwan mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Supiori serta semua pihak yang terlibat dalam upaya penurunan stunting.
Antra lain, program-program pemberian gizi, penyuluhan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat yang merupakan bagian integral dari solusi untuk mengatasi masalah stunting.
“Kita telah melihat beberapa kemajuan yang cukup signifikan dalam upaya penurunan stunting di Supiori. Namun, perjalanan ini masih panjang dan perlu ada komitmen bersama dari semua pihak termasuk TP-PKK setempat,” harapnya.
Diketahui, angka tertinggi Stunting di Supiori terdapat di Distrik Supiori Utara sebesar 37.4 %. Sedangkan terendah di Distrik Supiori Barat sebesar 11 %.
Data analisis situasi juga menunjukan bahwa prevelensi tertinggi terdapat di Kampung Aruri sebesar 53,57 % dan terendah di Kampung Masyai sebesar 11 %.
Sementara anak stunting tertinggi terdapat di Kampung Wongkei sebesar 30 % dan terendah di Kampung Insumbrei sebesar 7 %.
Ridwan menambahkan bakal terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga-lembaga terkait, dan masyarakat setempat untuk memastikan program penanganan stunting berjalan maksimal.
“Karena itu, dalam kunjungan kerja ini kita akan melihat secara langsung implementasi program penurunan stunting yang telah dijalankan.”
“Kami akan mendengarkan pengalaman, tantangan, dan solusi yang telah ditemukan oleh para pemangku kepentingan di lapangan. Kami juga akan berbicara langsung dengan masyarakat setempat untuk memahami perspektif mereka,” ujar Ridwan.
Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya Gubernur Rumasukun dan jajaran menyerahkan paket bantuan penanganan stunting kepada Pemda setempat.
Antara lain, kelambu 7.300 pcs, obat cacing Albendazole 128.000 tablet dan pirantel pamoat 4.000 tablet. Kemudian obat tambah darah 818.000 tablet, vitamin A 13.350 tablet, obat malaria DHP 5.616 Buah dan RDT 7925 Buah serta mineral mix 160 buah dari Dinas Kesehatan Papua.
Bantuan beras 2650 kg dan pekerjaan bangunan pengolahan sagu 1 unit serta makanan olahan ikan untuk penanganan stunting dari Dinas Pertanian maupun Dinas Perikanan Papua.
Bibit tanaman produktif di Kampung Yan Doker dan Speedboat 1 unit untuk perlindungan Mangrove di Kampung Sowek dari Dinas Kehutanan Papua. 200 judul buku sebanyak 274 eksemplar dari Dinas Pendidikan Papua.
Sementara Bulog Papua memberikan bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 10 kg dengan Target 2.207 KPM serta bantuan paket pangan dengan target 100 orang.
Disamping pemberian bantuan untuk penanganan stunting, turut dicanangkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Supiori, guna menjaga pasokan dan pengendalian Inflasi serta penanamam bibit pohon di Halaman Kantor Bupati Supiori. ***
SORENDIWERI - Acting Governor of Papua Muhammad Ridwan Rumasukun asked the Supiori Regional Government to increase the role of the Integrated Service Post so that they can take part and play an important role in reducing stunting rates in the region.
This affirmation was conveyed by Governor Ridwan, during his working visit in Sorendiweri, Supiori Regency, Wednesday (4/10/2023). The governor highlighted the problem of stunting in Supiori through prevalence data which reached 40.2%, or the highest in Papua.
However, Ridwan appreciated the steps taken by the Supiori Regency Government and all parties involved in efforts to reduce stunting.
Other programs, nutrition programs, health counseling, and community empowerment are integral parts of the solution to overcome the problem of stunting.
"We have seen some significant progress in efforts to reduce stunting in Supiori. However, this journey is still long and there needs to be a joint commitment from all parties including the local Family Welfare Empowerment Driver Team," he hoped.
It is known that the highest stunting rate in Supiori is in North Supiori District at 37.4%. While the lowest in West Supiori District at 11%.
Situation analysis data also shows that the highest prevalence is found in Aruri Village at 53.57% and the lowest in Masyai Village at 11%.
While stunting children are highest in Wongkei Village at 30% and the lowest in Insumbrei Village at 7%.
Ridwan added that he would continue to collaborate with the district government, related institutions, and local communities to ensure that the stunting handling program runs optimally.
"Therefore, in this working visit we will see the implementation of the stunting reduction program that has been carried out."
"We will listen to the experiences, challenges and solutions that have been found by stakeholders. We will also talk directly with local communities to understand their perspectives," said Ridwan.
Meanwhile, during his working visit, Governor Rumasukun and his ranks handed over a stunting handling assistance package to the local government.
Among others, mosquito nets 7,300 pcs, worms Albendazole 128,000 tablets and pyrantel pamoate 4,000 tablets. Then blood booster 818,000 tablets, vitamin A 13,350 tablets, malaria drugs DHP 5,616 pieces and RDT 7925 fruits and mineral mix 160 pieces from the Papua Health Office.
2650 kg of rice and 1 unit of sago processing building work and processed fish food for stunting handling from the Agriculture Office and the Papua Fisheries Service.
Productive plant seeds in Yan Doker Village and Speedboat 1 unit for mangrove protection in Sowek Village from the Papua Forestry Service. 200 book titles totaling 274 copies from the Papua Education Office.
Meanwhile, the Logistics Affairs Agency of Papua provides 10 kg of Beneficiary Family assistance with a target of 2,207 families and food package assistance with a target of 100 people.
In addition to providing assistance for handling stunting, the Cheap Food Movement was also launched in Supiori Regency, to maintain supply and control inflation as well as naming tree seedlings in the Supiori Regent Office Yard. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-