Beranda Berita Pemerintahan Empat Pemuda Papua Lolos Program Pertukaran Nasional dan Internasional
Pendidikan 129 menit baca

Empat Pemuda Papua Lolos Program Pertukaran Nasional dan Internasional

Tim Redaksi Pemprov Papua

01 Nov 26 · 162 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

JAYAPURA – Empat pemuda Papua terpilih mengikuti program pertukaran pemuda tingkat nasional dan internasional pada 2026. Dua peserta akan mengikuti program di Australia dan Jepang, sedangkan dua lainnya terpilih dalam kegiatan pertukaran pemuda di dalam negeri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Laurens Wantik, mengatakan program tersebut merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Melalui program ini, pemuda Papua mendapat kesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman dengan peserta dari daerah maupun negara lain.

Dua peserta yang lolos program internasional yakni Ellaboge Mulyani Uaga dan Yesika Wambrauw. Ellaboge terpilih mengikuti Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), sedangkan Yesika mengikuti Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) di Jepang.

Berdasarkan dokumen Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Ellaboge dijadwalkan berangkat ke Australia pada 3 November 2026. Sementara Yesika dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 1 Januari 2027.

Laurens menjelaskan, proses seleksi program internasional dilakukan dengan melibatkan pemerintah provinsi. Dari kuota sekitar 10 peserta yang diberikan, dua pemuda Papua berhasil lolos seleksi. “Dari kuota yang diberikan, ya sekitar 10, hanya lulus dua orang,” katanya.

Selain program internasional, dua pemuda Papua juga terpilih mengikuti Wirasena Youth Camp 2026. Keduanya adalah Theovanny Demianus Jacob Elsano Kowi dan Farah Arifa Handayani yang berasal dari Kabupaten Keerom.

Dalam proses seleksi program internasional, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kendala yang dihadapi peserta. Laurens menyebut persyaratan kemampuan bahasa Inggris melalui IELTS menjadi tantangan bagi sejumlah pendaftar.

“Ya, bahasa Inggris tuh mereka pasang IELTS itu sekitar lima lebih, dan di situ banyak yang tidak bisa penuhi,” ujarnya.

Peserta program internasional akan mengikuti kegiatan selama satu bulan di negara tujuan. Laurens berharap pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan melalui kegiatan pemberdayaan setelah mereka kembali ke Papua. ***

Tag: Pemuda

Tentang Penulis

PakChris

Pencarian