Proses restorasi (pemulihan) lahan gambut di
Papua disarankan menggunakan pohon sagu yang identik dengan budaya lokal dan
merupakan jenis tanaman basah. Hal demikian dikatakan Kepala Badan Restorasi
Gambut, Nazir Foead di Jayapura, pekan kemarin.
Ia berharap keleliruan restorasi di Sumatra
dan Kalimantan yang mengambil tanaman dari lahan kering untuk ditanami pada
wilayah gambut, justru mengundang kebakaran.
“Karena semestinya yang ditanami di lahan
gambut itu harus tanaman basah.