JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua mendorong pengembangan Pelabuhan Korido di Kabupaten Supiori sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas maritim serta memperkuat posisi Papua dalam jaringan transportasi laut kawasan Pasifik.
Rencana pengembangan tersebut dibahas dalam audiensi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido di Jayapura. Pertemuan tersebut membahas penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pengembangan pelabuhan.
Kepala UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, mengatakan Pelabuhan Korido saat ini berstatus pelabuhan pengumpan regional yang telah ditetapkan melalui keputusan Gubernur Papua.
“Dalam audiensi ini kami menyampaikan proses pengajuan penyusunan DED untuk pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Pengembangan yang direncanakan meliputi perpanjangan dermaga, pembangunan area walkway, serta penambahan fasilitas darat seperti area komersial dan sarana pendukung pelabuhan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua, Mathius Wally, mengatakan rencana tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan konektivitas yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pelabuhan memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan kementerian teknis, mengingat keterbatasan fiskal daerah.
“Kondisi fiskal pemerintah provinsi saat ini terbatas, sehingga dibutuhkan dukungan kementerian dan kreativitas perangkat daerah untuk mewujudkan pembangunan ini,” kata Wally.
Pemerintah menargetkan penyusunan DED Pelabuhan Korido dapat selesai paling lambat Juli 2026 sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun berikutnya.
Selain Pelabuhan Korido, pemerintah juga melihat potensi pengembangan pelabuhan strategis lain di Papua, termasuk Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura yang dinilai memiliki posisi penting dalam konektivitas Indonesia dengan kawasan Pasifik. ***