JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit ginjal melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat peresmian layanan hemodialisa di RSUD Abepura, Kota Jayapura.
Gubernur mengatakan layanan cuci darah merupakan penanganan bagi pasien dengan kondisi penyakit yang sudah lanjut. Karena itu, masyarakat perlu mendapat pemahaman sejak dini agar dapat mencegah risiko penyakit ginjal.
“Saya tahu ini merupakan tahap akhir ketika kondisi sudah tidak bisa ditangani lagi, baru dilakukan cuci darah,” ujar Fakhiri.
Ia meminta rumah sakit tidak hanya berfokus pada pelayanan pengobatan, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
“Rumah sakit juga harus melihat penyebabnya dan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak sampai pada tahap harus cuci darah,” katanya.
Menurutnya, kasus penyakit ginjal kronis menunjukkan tren yang perlu menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan pada tahap lanjut yang membutuhkan perawatan intensif.
Gubernur berharap keberadaan unit hemodialisa di RSUD Abepura tidak hanya meningkatkan layanan medis, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pasien dan masyarakat.
“Selain pelayanan, tempat ini juga harus menjadi pusat edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan ginjal,” ujarnya. ***