JAYAPURA - Perputaran uang di Provinsi Papua hingga awal tahun 2026 masih menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya total tabungan masyarakat serta terjaganya inflasi yang mengindikasikan daya beli tetap terjaga.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry mengatakan total tabungan masyarakat ini menjadi salah satu indikator bagaimana kondisi perekonomian di daerah.
“Dengan nilai yang meningkat, berarti perputaran uang di Papua masih cukup besar,” ucapnya.
Dikatakan, meskipun tabungan meningkat, masyarakat saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan mulai mengedepankan efisiensi, terutama untuk kebutuhan pokok.
“Di sisi lain, inflasi Papua juga tetap terjaga sesuai target Pemerintah. Sebagaimana berdasarkan dataBPS, inflasi month to month pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,7 persen, naik dari Februari yang berada di angka 0,06 persen namun masih berada dengan rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen,” terangnya.
Selain itu, penguatan sektor UMKM juga menjadi prioritas guna meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih merata.
“Kami berharap berbagai program strategis nasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tutupnya. ***