Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah untuk Tingkatkan Retribusi Papua Provincial Government Optimizes Regional Assets to Increase Retribution Revenue
Pemerintah Provinsi Papua mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai salah satu sumber penerimaan retribusi. Langkah tersebut dilakukan dengan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) memaksimalkan potensi sarana dan prasarana yang menjadi kewenangannya. The Papua Provincial Government is optimizing the utilization of regional assets as one of the sources of retribution revenue. The measure is being carried out by asking regional government agencies to maximize the potential of facilities and infrastructure under their authority.
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai salah satu sumber penerimaan retribusi. Langkah tersebut dilakukan dengan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) memaksimalkan potensi sarana dan prasarana yang menjadi kewenangannya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua Subhan mengatakan optimalisasi aset menjadi bagian dari upaya meningkatkan penerimaan daerah. Sejumlah aset pemerintah dinilai masih memiliki potensi untuk menghasilkan retribusi.
“Misalnya penyewaan-penyewaan gedung, bus-bus, atau sarana prasarana aset BMD. Itu dimaksimalkan supaya target retribusi ini tercapai,” kata Subhan, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, Bapenda telah melakukan rapat bersama OPD pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap OPD diminta mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi retribusi yang berada dalam kewenangannya.
Subhan mengatakan capaian penerimaan retribusi saat ini masih di bawah 50 persen. Pemerintah Provinsi Papua menargetkan penerimaan tersebut dapat mencapai 100 persen hingga Desember 2026.
“Masih di bawah 50 persen untuk retribusi. Mudah-mudahan bisa didorong cepat supaya target kita tercapai 100 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan target penerimaan telah ditetapkan dalam perencanaan APBD Papua. Karena itu, pencapaian target pendapatan diperlukan untuk menjaga kemampuan pemerintah membiayai belanja daerah.
“Apabila tidak tercapai 100 persen, pasti akan mengalami defisit di APBD kita. Karena target-target itu sudah ditetapkan dalam perencanaan penyusunan APBD,” katanya.
Subhan menambahkan pemerintah memiliki sejumlah alternatif pembiayaan apabila terjadi defisit APBD. Opsi tersebut antara lain pinjaman daerah, pembentukan dana cadangan, atau pemanfaatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
Pemprov Papua meminta seluruh OPD pengelola PAD mempercepat optimalisasi potensi retribusi hingga akhir tahun. Pemanfaatan aset daerah diharapkan dapat menambah penerimaan sekaligus mendukung pembiayaan program pemerintah. ***
JAYAPURA – The Papua Provincial Government is optimizing the utilization of regional assets as one of the sources of retribution revenue. The measure is being carried out by asking regional government agencies to maximize the potential of facilities and infrastructure under their authority.
Head of the Papua Regional Revenue Agency, Subhan, said that optimizing regional assets is part of efforts to increase local government revenue. Some government-owned assets are considered to still have the potential to generate retribution revenue.
“For example, rentals of buildings, buses, or facilities and infrastructure that are part of regional government-owned assets. These need to be maximized so that the retribution revenue target can be achieved,” Subhan said on Monday (August 24, 2026).
According to him, the Papua Regional Revenue Agency has held a meeting with regional government agencies responsible for managing Local Own-Source Revenue. Each regional government agency was asked to identify and optimize the retribution potential under its respective authority.
Subhan said that retribution revenue currently remains below 50 percent of the target. The Papua Provincial Government is targeting 100 percent realization by December 2026.
“It is still below 50 percent for retribution revenue. Hopefully, we can accelerate efforts so that our 100 percent target can be achieved,” he said.
He explained that the revenue targets had been established in Papua’s Regional Budget planning. Therefore, achieving the revenue targets is necessary to maintain the government’s capacity to finance regional expenditures.
“If the 100 percent target is not achieved, we will certainly face a deficit in our regional budget because these targets have already been established in the Regional Budget planning process,” he said.
Subhan added that the government has several alternative financing options in the event of a regional budget deficit. These options include regional government borrowing, establishing reserve funds, or utilizing the Budget Financing Surplus.
The Papua Provincial Government has asked all regional government agencies managing Local Own-Source Revenue to accelerate efforts to optimize revenue potential through the end of the year. The utilization of regional assets is expected to increase revenue while supporting the financing of government programs. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-