Gubernur Fakhiri Targetkan Kinerja OPD Capai 90 Persen November Governor Fakhiri Targets 90% Performance by Papua Provincial Agencies by November
Gubernur Papua Matius Fakhiri menargetkan seluruh organisasi perangkat daerah mencapai kinerja 90 persen pada November 2026. Target tersebut disampaikan setelah Fakhiri melantik 16 pejabat eselon II dan III secara definitif di Gedung Negara, Selasa (1/9/2026). Papua Governor Matius D. Fakhiri has set a target for all provincial government agencies to achieve 90 percent performance by November 2026. The target was announced after Fakhiri officially inaugurated 16 senior and mid-level government officials at the Papua State Building on Tuesday (September 1, 2026).
Fakhiri meminta pejabat yang baru dilantik segera menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mereka juga diminta menghasilkan inovasi untuk membantu pemerintah mencapai target pembangunan Papua.
“Kami berharap dengan mereka sudah dilantik secara definitif, tanggung jawabnya harus lebih bagus,” kata Fakhiri.
Menurut Fakhiri, para pejabat tersebut memiliki waktu untuk menyelesaikan program dan kegiatan pada sisa tahun anggaran 2026. Ia meminta setiap OPD mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan program yang menjadi kewenangannya.
“Saya tadi sudah minta bahwa di November saya berharap semua OPD itu sudah bisa mempertanggungjawabkan apa yang ada pada OPD-nya. Saya berharap sudah sampai 90 persen,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, Fakhiri mengukuhkan 14 pejabat pimpinan tinggi pratama dan dua pejabat administrator. Mereka ditempatkan pada sejumlah perangkat daerah dan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Pejabat yang dilantik antara lain Yimin Weya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Masyarakat Adat dan Budaya; Osea Murib sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus; serta El Christian Sohilait sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Selanjutnya, Linda Stelda Onibala sebagai Kepala Biro Organisasi, Jimi S. Wanimbo sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Triwarno Purnomo sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan, dan Elpius Hugi sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Jabatan lainnya diisi Robert Lucas Nadapawi sebagai Kepala BPBD, Origenes Kambuaya sebagai Kepala Satpol PP, Jeri Agus Yudianto sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Marten Mediana sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Kemudian Yosefince Brandame Wandosa dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rita Tokoro sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat, Ehud Ganfal Bless sebagai Sekretaris BPKAD, Herdinus Asso sebagai Kepala Bidang Bina Adat, Perlindungan, dan Jaminan Sosial, serta Hamsa L. sebagai Kepala Bagian Administrasi Pimpinan.
Fakhiri mengatakan penataan pemerintahan Papua saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Sejumlah proses pengisian jabatan masih diselesaikan sesuai mekanisme pemerintah daerah dan Badan Kepegawaian Negara.
“Sehingga ini kami lantik semua sudah definitif. Ada beberapa yang saya berharap di September besok ini juga sudah bisa kita tuntaskan,” katanya.
Setelah penataan jabatan eselon II dan III selesai, Fakhiri mengatakan pemerintah akan melanjutkan penataan jabatan eselon III dan IV. Pemerintah kemudian menargetkan penerapan sistem manajemen talenta pada tahun berikutnya.
“Sehingga ke depan tidak ada lagi masalah ganti pimpinan, suka-suka menempatkan para pejabat. Ini saya berharap di kepemimpinan saya, ini bisa saya rapihkan,” ujarnya.
Fakhiri berpesan agar seluruh pejabat yang dilantik berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia meminta mereka menjalankan amanah sesuai tanggung jawab dan menghasilkan inovasi untuk mendukung visi Papua CERAH.
“Betul-betul melayani rakyat, bukan melayani pimpinan tapi melayani rakyat,” tegasnya. ***
Fakhiri urged the newly appointed officials to immediately carry out their respective duties and responsibilities. He also called on them to develop innovations that could help the government achieve its development targets for Papua.
“We expect now that they have been officially appointed, they will carry out their responsibilities even better,” Fakhiri said.
According to Fakhiri, the officials still have time to complete programs and activities during the remaining months of the 2026 fiscal year. He called on every provincial agency to be accountable for implementing programs under its authority.
“I have asked that by November, I hope all provincial agencies will be able to account for the programs under their respective responsibilities. I hope implementation will have reached 90 percent,” he said.
During the ceremony, Fakhiri formally appointed 14 senior high-ranking officials and two administrative officials to various government agencies and strategic positions within the Papua Provincial Government.
Those appointed included Yimin Weya as the Governor’s Expert Staff for Community Affairs, Human Resources, and Indigenous and Cultural Development; Osea Murib as the Governor’s Expert Staff for Special Autonomy Development; and El Christian Sohilait as Assistant for Economic and Development Affairs.
Other appointments included Linda Stelda Onibala as Head of the Organization Bureau, Jimi S. Wanimbo as Head of the Regional Civil Service Agency, Triwarno Purnomo as Head of the Border Management Agency, and Elpius Hugi as Head of the National Unity and Political Affairs Agency.
Other positions were filled by Robert Lucas Nadapawi as Head of the Regional Disaster Management Agency, Origenes Kambuaya as Head of the Civil Service Police Unit, Jeri Agus Yudianto as Head of the Communication and Informatics Agency, and Marten Mediana as Head of the Education Agency.
Yosefince Brandame Wandosa was appointed Head of the Culture and Tourism Agency, Rita Tokoro as Secretary of the Community and Indigenous Village Empowerment Agency, Ehud Ganfal Bless as Secretary of the Regional Financial and Asset Management Agency, Herdinus Asso as Head of the Indigenous Affairs, Protection and Social Security Division, and Hamsa L. as Head of the Leadership Administration Section.
Fakhiri said the restructuring of Papua’s provincial government has now reached approximately 75 percent. Several remaining appointments are still being processed in accordance with procedures established by the provincial government and the National Civil Service Agency.
“Therefore, we have now officially appointed all of them. There are still several positions that I hope we can finalize this September,” he said.
Following the completion of the restructuring of senior and mid-level positions, Fakhiri said the government would continue with the arrangement of other administrative positions. The government also plans to implement a talent management system in the following year.
“This is so that in the future there will no longer be problems with changing leaders or appointing officials arbitrarily. I hope that during my leadership, we can put this system in order,” he said.
Fakhiri urged all newly appointed officials to prioritize public service. He called on them to fulfill their mandates responsibly and develop innovations in support of the Papua CERAH vision.
“Truly serve the people—not serve the leadership, but serve the people,” he stressed. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-