DTI Papua 2027 Diarahkan Buka Akses Ekonomi Masyarakat Papua’s 2027 Additional Infrastructure Fund to Expand Economic Opportunities for Local Communities
Pemerintah Provinsi Papua mengarahkan pemanfaatan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) 2027 untuk mendukung konektivitas di daerah tertinggal. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses masyarakat sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dari potensi daerah. The Papua Provincial Government is directing the use of the 2027 Additional Infrastructure Fund (DTI) to improve connectivity in underdeveloped areas. Infrastructure development is expected to improve access to markets and help communities benefit from local economic potential.
Gubernur Papua, Matius Fakhiri, mengatakan DTI Papua 2027 akan dialokasikan kepada delapan kabupaten dan satu kota. Pembagian anggaran dilakukan dengan proporsi 65 persen untuk provinsi dan 35 persen untuk kabupaten dan kota.
Fakhiri mengatakan pemerintah provinsi akan memperkuat program konektivitas sebagai bagian dari pemanfaatan anggaran tersebut. Akses yang lebih baik diharapkan membantu masyarakat membawa hasil kebun menuju pusat ekonomi.
“Selain pembagian anggaran, kita akan memperkuat program konektivitas di daerah tertinggal,” kata Fakhiri, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Fakhiri, pembangunan infrastruktur perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat di daerah. Infrastruktur tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan fisik, tetapi juga harus membuka akses terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan besaran DTI yang diterima masing-masing kabupaten dan kota berbeda. Jumlah Orang Asli Papua menjadi salah satu dasar yang digunakan dalam menentukan alokasi dana Otsus tersebut.
Fakhiri meminta kepala daerah mengelola DTI secara baik dan sesuai amanah. Penggunaan anggaran juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Dana itu bukan untuk kami para kepala daerah menikmati, tetapi harus kembali kepada rakyat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua berharap pemanfaatan DTI 2027 dapat mendukung pemerataan pembangunan. Penguatan konektivitas di daerah tertinggal diharapkan membuka akses masyarakat terhadap aktivitas ekonomi dan meningkatkan nilai manfaat pembangunan.
The Papua Provincial Government is directing the use of the 2027 Additional Infrastructure Fund (DTI) to improve connectivity in underdeveloped areas. Infrastructure development is expected to improve access to markets and help communities benefit from local economic potential.
Papua Governor Matius Fakhiri said the 2027 Additional Infrastructure Fund would be shared between the provincial government and eight regencies and one city, with 65 percent allocated to the province and 35 percent to the regencies and city.
Fakhiri said the provincial government would use the funding to strengthen connectivity programs. Improved access is expected to help communities transport agricultural produce to economic centers.
“In addition to allocating the budget, we will strengthen connectivity programs in underdeveloped areas,” Fakhiri said on Tuesday, October 6, 2026.
According to Fakhiri, infrastructure development must respond to the needs of local communities. Beyond providing physical facilities, it must also create opportunities for people to participate in economic activities.
He said allocations varied across regencies and cities. The number of Indigenous Papuans is one of the factors used to determine these allocations.
Fakhiri urged regional heads to manage the Additional Infrastructure Fund responsibly and use it for its intended purposes. The funding should deliver direct benefits to communities in their respective regions.
“These funds are not for us as regional heads to enjoy; they must be used for the benefit of the people,” he said.
The Papua Provincial Government hopes the 2027 Additional Infrastructure Fund will promote equitable development. By improving connectivity in underdeveloped areas, the government aims to expand access to economic opportunities and ensure that development delivers greater benefits to local communities. ***
Tentang Penulis
PakChris