Pengungsi Intan Jaya Dapat Bantuan 120 Ton Beras Intan Jaya Refugees Get 120 Tons of Rice
Konflik bersenjata yang berlarut-larut di Intan Jaya, membuat seribuan warganya mengungsi dan takut untuk berkebun. Ancaman kelaparan pun bak menanti di depan mata, meski pemda setempat telah mengambil sejumlah langkah. The protracted armed conflict in Intan Jaya has left thousands of citizens displaced and afraid to do gardening. The threat of famine is still waiting in sight, although local governments have taken a number of steps.
Konflik bersenjata yang berlarut-larut di Intan Jaya, membuat seribuan warganya mengungsi dan takut untuk berkebun. Ancaman kelaparan pun bak menanti di depan mata, meski pemda setempat telah mengambil sejumlah langkah.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI akhirnya merespon permintaan Pemerintah Provinsi Papua dengan memberi bantuan beras sebanyak 120 ton untuk pengungsi Intan Jaya.
Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal awal Maret 2021 mendatang kepada Bupati Intan Jaya di Nabire, disela-sela ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
“Tanggal 4 Maret 2021 saya akan ada di Nabire menyerahkan bantuan beras dari Kemensos. Tapi saya juga sudah perintahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi memberikan bahan makanan selain beras”.
“Seperti garam, minyak kelapa mungkin juga sarung buat anak dan sebagainya. Jadi, kita di provinsi berupaya pastikan supaya pengungsi Intan Jaya ini mereka aman, nyaman dan bisa kembali dengan kampungnya dengan baik,” terang Wagub Klemen dalam keterangannya kepada pers, Selasa (23/2/2021), di Jayapura.
Tak hanya bantuan bahan makanan, lanjut Klemen, Pemprov Papua bakal memberikan bantuan penanganan kesehatan bagi warga Intan Jaya yang mengungsi.
”Namun secara teknis untuk bantuan kesehatan dan obat-obatan baru akan di bahas besok (Rabu,red). Termasuk melibatkan pihak perhubungan untuk angkutan beras dan lainnya,” ujar ia.
Data terakhir, jumlah pengungsi warga di Intan Jaya akibat konflik bersenjata sebanyak 600 kk. Pengungsi terbanyak berada di Sugapa (ibukota Kabupaten Intan Jaya), Nabire dan Mimika. Hanya untuk Nabire dan Mimika masih akan dilakukan pendataan lebih lanjut.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Intan Jaya Yan Koboyau katakan situasi terakhir di Sugapa, Intan Jaya, sudah berangsur pulih. Dimana sudah ada pengungsi yang kembali ke kampung, namun masih dalam jumlah yang kecil.
Oleh karenanya, dia berharap lewat pertemuan dengan Pemprov Papua, ada langkah strategis untuk melakukan pemulihan di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Papua Ribka Haluk memastikan penyaluran bantuan bahan makanan akan dimulai pada Rabu esok.
“Meski nanti penyerahan secara simbolis pada awal Maret, bantuan kita serahkan lebih dulu supaya masyarakat yang mengungsi ini bisa mendapat pertolongan,” tandasnya.
The protracted armed conflict in Intan Jaya has left thousands of citizens displaced and afraid to do gardening. The threat of famine is still waiting in sight, although local governments have taken a number of steps.
In response, the Ministry of Social Affairs finally responded to the request of the Papua Provincial Government by providing 120 tons of rice for Intan Jaya refugees.
Symbolic handover by Deputy Governor of Papua Klemen Tinal will be in early March 2021 to the Regent of Intan Jaya in Nabire, interrupted by a Revival Service (KKR).
"On March 4, 2021 I will be in Nabire handing over rice assistance from the Ministry of Social Affairs. But I have also ordered the head of Provincial Social Services to provide foodstuffs other than rice".
"Like salt, coconut oil may also be a sarong for children and so on. So, we in the province are trying to make sure that Intan Jaya refugees are safe, comfortable and can return with their villages well," explained Deputy Governor Klemen in his statement to the press, Tuesday (23/2/2021), in Jayapura.
Not only food aid, continued Klemen, Papua Provincial Government will provide health care assistance for intan Jaya residents who are displaced.
"But technically for health assistance and new medicines will be discussed tomorrow (Wednesday, red). Including we will involve the transportation for rice transportation and others," he said.
The latest data, there are 600 families of refugees in Intan Jaya due to armed conflict. The most refugees are in Sugapa (the capital of Intan Jaya Regency), Nabire and Mimika. Only for Nabire and Mimika will there be further data collection.
In the same place, Deputy Regent of Intan Jaya Yan Koboyau said the last situation in Sugapa, Intan Jaya, has gradually recovered. Where there are already a few refugees who return to the village.
Therefore, he hopes that through a meeting with the Papua Provincial Government, there is a strategy to make recovery in the region.
Meanwhile, Papua Social Service Chief Rebekah Haluk confirmed that the distribution of foodstuff aid will begin on Wednesday.
"Although the symbolic handover will be in early March, we will hand over the aid first so that the displaced people can get help," he said.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-