Beranda Berita Pemerintahan BPBD Papua Dorong Kesiapan Sektor Perhotelan Hadapi Ancaman Gempa
Bencana Daerah 129 menit baca

BPBD Papua Dorong Kesiapan Sektor Perhotelan Hadapi Ancaman Gempa

Tim Redaksi Pemprov Papua

03 Nov 26 · 253 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan simulasi penanganan gempa bumi atau Earthquake Drill bersama Swiss-Belhotel Jayapura, Kamis (28/10).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan manajemen, karyawan, serta tamu hotel dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi. Melalui simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri, evakuasi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko korban jiwa.

Sekretaris BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya, mengatakan pelaksanaan simulasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat dan berbagai sektor dalam menghadapi potensi bencana.

“Pelaksanaan simulasi gempa bumi oleh BPBD Provinsi Papua di Swiss-Belhotel Jayapura bertujuan melatih kesiapsiagaan tanggap darurat, baik bagi manajemen, staf hotel, maupun tamu yang menginap,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, dalam simulasi tersebut peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi, termasuk pengenalan jalur darurat dan titik kumpul atau assembly point yang telah ditentukan sebagai lokasi aman setelah proses evakuasi.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan metode Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah perlindungan diri ketika gempa terjadi. Metode ini mengajarkan masyarakat untuk merunduk, berlindung di bawah meja atau benda kokoh, serta berpegangan hingga guncangan berhenti.

BPBD Papua juga memberikan perhatian terhadap kesiapan sarana dan prasarana keselamatan di lingkungan hotel. Hal tersebut meliputi fungsi sirene alarm gempa dan kebakaran, sistem pengeras suara atau Public Address (PA), serta ketersediaan rambu penunjuk arah evakuasi.

Menurut Wisnu, keberadaan tim tanggap darurat internal atau Emergency Response Team (ERT) juga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di lingkungan perhotelan.

“Kegiatan ini memperkuat koordinasi cepat antara manajemen hotel dengan institusi penanggulangan bencana, seperti BPBD, Basarnas, dan Dinas Kesehatan,” katanya.

Wisnu berharap, melalui kegiatan tersebut, kesadaran dan kapasitas menghadapi bencana di lingkungan perhotelan semakin meningkat. Ia juga mendorong agar kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas kebencanaan, tetapi menjadi perhatian seluruh pengelola fasilitas publik. ***

Tentang Penulis

PakChris

Pencarian