Beranda Berita Pemerintahan Industri Manufaktur Triwulan IV Tumbuh Negatif 1,22 Persen
Keuangan Daerah 106 menit baca

Industri Manufaktur Triwulan IV Tumbuh Negatif 1,22 Persen

Tim Redaksi Pemprov Papua

01 Jan 10 · 4745 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (q-to-q) Provinsi Papua Triwulan IV-2016, mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,22 persen dari Triwulan III-2016. Menurut Kepala Bagian Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Beti Yayu Yuningsih, jika dibanding pertumbuhan produksi triwulan IV 2015, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) Provinsi Papua triwulan IV 2016, mengalami pertumbuhan positif sedikit lebih tinggi dibanding secara (q-to-q)

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (q-to-q) Provinsi Papua Triwulan IV-2016, mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,22 persen dari Triwulan III-2016.

Menurut Kepala Bagian Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Beti Yayu Yuningsih, jika dibanding pertumbuhan produksi triwulan IV 2015, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) Provinsi Papua triwulan IV 2016, mengalami pertumbuhan positif sedikit lebih tinggi dibanding secara (q-to-q), yaitu sebesar 2,08 persen.

âDilain pihak pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang  yang positif selama triwulan IV 2016, dikarenakan meningkatnya produksi dari industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Yaitu Kelompok Industri Makanan (KLBI 10) dan Kelompok Industri Barang dari Kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (KBLI 16).


Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari konsumen dan meningkatnya bahan baku komoditi tersebut, ujarnya.

Sementara untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (q-to-q) Provinsi Papua Triwulan IV 2016 mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,83 persen dari Triwulan III 2016.


Pertumbuhan positif ini dikarenakan meningkatnya produksi dari beberapa komoditi yang paling utama, yakni Komoditi Industri Furniture (KBLI 31); Industri Barang Logam (KBLI 23) Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman (KBLI 18) serta Industri Pengolahan Lainnya (KBLI 32).


Namun jika dilihat secara (y-on-y), pertumbuhan produksi Industri Mikro dan Kecil (IMK) Triwulan IV 2016 Provinsi Papua mengalami pertumbuhan positif sebesar 23,32 persen dari Triwulan IV-2015.


Hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena lebih tingginya permintaan konsumen terhadap produk-produk industri tertentu selama Triwulan IV-2016 dibandingkan Triwulan IV 2015. Terutama Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman (KBLI 18) diikuti Industri Makanan (KBLI 10); dan Industri Makanan (KBLI 10) dan Industri Barang Galian Bukan Logam (KBLI 23, tutupnya.

Tentang Penulis

Mudzakir

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer vitae justo nec nulla dignissim blandit. Sed euismod, urna eu tincidunt consectetur, nisi nisl aliquet nunc, vitae facilisis sapien lorem a justo.

Pencarian