JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua membuka peluang kerja sama pengembangan komoditas kakao dan vanila di Kabupaten Keerom guna meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani. Langkah ini dilakukan agar hasil produksi masyarakat memiliki akses pasar yang lebih baik dan tidak bergantung pada rantai distribusi yang panjang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Papua Jimmy Thesia mengatakan selama ini harga kakao dan vanila di tingkat petani belum sepenuhnya mencerminkan harga pasar karena proses pemasaran melibatkan banyak perantara.
“Kalau rantai pasok yang panjang itu bisa dipersingkat, masyarakat akan memperoleh harga yang lebih sesuai dengan nilai pasar,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua tengah menjajaki kerja sama dengan mitra dari Belanda yang telah melihat langsung potensi perkebunan kakao dan vanila di Kabupaten Keerom.
Dari hasil kunjungan tersebut, masih ditemukan sejumlah lahan perkebunan yang belum dikelola secara optimal karena rendahnya nilai ekonomi yang diterima petani.
Selain pengembangan pemasaran, pemerintah juga membahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan sentra kakao dan vanila.
Jimmy mengatakan pengembangan komoditas unggulan daerah membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau bahan bakunya kuat dan pasarnya tersedia, maka pengembangan kakao dan vanila akan memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya. ***