Kabupaten dan Kota Diimbau Dorong Pengembangan Usaha Produktif

Pemerintah Kabupaten dan Kota diimbau aktif mendorong pengembangan usaha-usaha produktif di wilayahnya, dengan mengutamakan sumber daya lokal maupun potensi yang ada.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua Elia Loupatty, pada rapat koordinasi daerah dan pusat serta sinkronisasi online data system (ODS) bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah se Papua, Kamis (10/08) kemarin, di Jayapura.

Menurut dia, pengembangan usaha produktif belum benar-benar maksimal dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Oleh karenanya, pengembangan koperasi dan UMKM saat ini perlu dimaksimalkan agar mampu membawa dampak pada pelaku usaha.

Sebab dari sektor koperasi dan UMKM ini, bakal tercipta aksesibilitas yang terhubung dengan pertumbuhan ekonomi sesuai wilayah masing-masing. “Paling tidak saling melengkapi antara kebutuhan, penciptaan peluang usaha, kemudian pangsa pasar serta kontribusi terhadap daerah”.

“Dengan demikian juga tentunya, harus ada keterbukaan dari 29 kabupaten dan kota di Papua tetang potensi lokal. Lalu kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki. Sehingga rapat ini juga bermuara pada keputusan dan kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Serta berorientasi pada produk unggulan daerah berkualitas ekspor maupun peluang kerja memadai,” tuturnya.

Ditambahkan, dengan bangkitnya koperasi dan UMKM, mengartikan semakin bertumbuhnya kuantitas dan kualitas pelaku usaha yang secara langsung dapat menumbuhkan sektor ekonomi rill, peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan menambah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dengan demikian, Diharapkan ada keterbukaan dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua tentang potensi lokal, kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki.

“Sehingga diharapkan rapat ini dapat bermuara pada keputusan dan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal itu sendiri untuk diangkat dan dijual kepada dunia,” harapnya.

Sekedar diketahui, perkembangan koperasi di Provinsi Papua sampai akhir 2016 sebesar 3.321 unit. Namun koperasi yang aktif hanya sekitar 1.792 unit (54/05 %), sementara yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) baru sebanyak 442 unit (24.6 %) dari 1.972 unit koperasi aktif.

Sedangkan jumlah UMKM sampai dengan akhir 2016 sebanyak 25.433 unit. Berikut jumlah wirausaha baru mencapai 10.245 unit.