Kapasitas Sahli Sangat Penting Majukan Daerah

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM mengaku, kapasitas seorang Staf Ahli (Sahli) sangat penting terutama dalam mengetahui kondisi dan situasi tentang suatu daerah. 

Klemen Tinal berharap dengan adanya Rakornas Sahli se Indonesia, bisa menambah kapasitas staf ahli, sehingga dalam mitra kerja gubernur, bupati dan wali kota, Sahli bisa lebih baik lagi menjadi mitra dari kepala daerah dalam membangun daerahnya.

“Tugas dan fungsi staf ahli kami rasakan sangat penting untuk membantu memajukan daerah. Untuk itu, kapasitas Staf Ahli harus terus di update, guna memberikan informasi tentang bagaimana kondisi suatu daerah,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Rakornas Staf Ahli (Sahli) di Gedung Negara, Senin (8/10).

Wagub Klemen Tinal meminta agar kapasitas staf ahli itu harus lurus jangan sampai keluar dari jalur, karena kapasitas staf ahli dalam memahami hal substansi karasteristik daerah itulah yang dibutuhkan oleh pemimpin.  

“Kami senang sebagai kepala daerah, sebagai wagub saya senang, ibu bapak datang jauh – jauh, dari Sumatera, Aceh dan lainnya. Coba anda lihat Papua damai, tidak ada masalah, semua hidup baik – baik, rukun hanya kadang karena mendengar dari orang, nonton jadi kesannya mengerikan” jelaskan.

Kondisi itu, kata Wagub Klemen Tinal, juga sebagai tolak ukur bagi masyarakat yang ada diluar bahwa Provinsi Papua mampu menjadi tuan rumah pada event seperti ini. 

“Kami harap kita dapat masukan - masukan yang baik, tentang bagaimana tupoksi kerja dan tanggung jawab dari staf ahli, baik di provinsi, kabupaten dan kota,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Rakornas Sahli se Indonesia, Simon Itlay mengatakan selama kegiatan Rakornas ini akan ada empat pembahasan yang dibahas, yakni hubungan tata kerja Sahli, standar kompetensi, pedoman nomeklatur Seketaris Daerah dan implementasi fungsi – fungsi Sahli terkait penganggaran ke empat issue itu yang akan diakomodir dalam peraturan Mendagri.

‘’Untuk itulah, Rakornas ini perlu diadakan untuk menyamakan presepsi akan peran dan fungsi serta perbedaan antara Sahli Mendagri dan Sahli Kepala Daerah se Indonesia,” imbuhnya.