JAYAPURA - Untuk menekan angka inflasi, Pemerintah Provinsi Papua akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 21 kali di 21 titik berbeda di tahun 2026. Lokasi pelaksanaan GPM akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan momentum hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Pangan Papua, Sri Utami mengatakan Lokasinya akan berpindah sesuai kebutuhan.
“Jelang Lebaran misalnya, digelar di halaman masjid. Begitu juga saat Natal, akan dilakukan di rumah ibadah lainnya, sehingga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.
Sementara Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan langkah tersebut bertujuan untuk mempersiapkan ketersediaan pangan dari sisi jumlah, keamanan, hingga keberlanjutan pasokan di Provinsi Papua.
“Kita laksanakan pangan murah sesuai amanat pemerintah pusat agar menjelang dan setelah hari besar keagamaan, stabilitas harga dan keterjangkauan pangan tetap terjaga,” tutupnya. ***