JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua mulai menyalurkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara dengan skema bertahap. Tahap awal difokuskan pada pembayaran periode Januari, sementara bulan berikutnya akan diselesaikan secara berurutan.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan kebijakan tersebut diambil agar kewajiban pemerintah tetap berjalan di tengah kondisi keuangan daerah.
"TPP akan kami bayar, karena mereka sudah bekerja. Pembayaran akan dimulai sampai bulan Januari terlebih dahulu, kemudian dua bulan ke depan akan kami selesaikan juga," kata Gubernur.
Menurutnya, pemberian TPP tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kinerja ASN dalam menjalankan pelayanan publik.
“Supaya memberikan motivasi bagi semua ASN bisa bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Gubernur Fakhiri.
"Kami memahami kondisi ekonomi saat ini memang belum baik, sehingga pemerintah harus bisa memberikan stimulus kepada pegawai negeri," tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar penggunaan TPP dapat memberikan dampak bagi ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha di daerah.
"Saya berharap uang ini dibelanjakan di tengah-tengah masyarakat. Jadi bukan digunakan untuk jalan-jalan ke luar Papua, tetapi dibelanjakan di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing,"
"Sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh, UMKM berkembang, dan ini bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua," tutupnya. ***