JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di kawasan Mandala, Kota Jayapura, dengan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Sebanyak tiga truk bantuan disalurkan Pemprov Papua untuk memenuhi berbagai kebutuhan warga yang hingga Rabu (2/9) masih menempati tenda-tenda pengungsian di sekitar Lapangan Mandala.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.
“Bantuan yang kami berikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan para korban kebakaran saat ini,” kata Christian.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Pemprov Papua terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pengelola posko pengungsian guna memastikan kebutuhan masyarakat yang masih diperlukan setelah memasuki hari ketiga pascakebakaran.
“Yang masih kurang adalah hal-hal yang berkaitan dengan pakaian dalam. Bagi masyarakat yang mau membantu, yang saya sampaikan ini merupakan bagian yang perlu kita suport,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan warga terdampak, Pemprov Papua juga telah membuka fasilitas Stadion Utama Papua sebagai salah satu lokasi pendukung pengungsian.
Sejumlah fasilitas pendukung di stadion tersebut telah diaktifkan, termasuk layanan air bersih, untuk menunjang kebutuhan masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.
“Kita berharap pascakejadian hari ini dan beberapa hari ke depan tidak ada pengungsi yang sakit,” kata Christian.
Pemprov Papua juga menyediakan kantong plastik sampah di sejumlah titik pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah munculnya persoalan kesehatan selama warga masih berada di tempat pengungsian.
Christian mengatakan, penanganan warga terdampak kebakaran tidak hanya dilakukan selama masa tanggap darurat. Pemprov Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi setelah masa tanggap darurat berakhir. ***