ASN Non Muslim Diimbau Jaga Toleransi

Umat muslim di Provinsi Papua Kamis (17/5) ini, mulai mengawali puasa dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan. Berkenaan dengan hal itu, seluruh aparatur negeri sipil (ASN) non muslim, diimbau untuk menjaga toleransi terhadap pegawai yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Tak hanya ASN, saya juga imbau bagi masyarakat non muslim untuk bisa menghormati warga lainnya yang sedang berpuasa. Supaya tercipta rasa yang sejuk, aman, nyaman dan persaudaraan diantara kita semua,” terang Penjabat Gubernur Papua Soedarmo, di Jayapura, baru-baru ini.

Sementara untuk menghormati ASN muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa, sambung dia, jam kerja di lingkungan pemerintah provinsi saat bulan puasa, akan dikurangi. Pengurangan jam kerja ini berlaku sampai selama satu bulan kedepan.

“Sehingga kita akan segera terbitkan surat edaran tentang jam kerja ASN yang dikurangi selama bulan  puasa”.

“Kalau sebelumnya kami di Jakarta masuk kerja 7.30 Wit dan pulang 15.00 Wit, maka mungkin diubah masuk kerja mulai pukul 08.00 Wit kemudian selesai kerja pukul 14.00 Wit. Namun ini akan dibahas lagi dengan instans terkait supaya ASN yang sedang berpuasa, bisa melaksanakan ibadah tetapi juga pekerja secara maksimal dan beriringan,” ucap dia.

Sementara Agus Rahmawan salah satu staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua menyambut positif rencana pengurangan jam kerja oleh Gubernur Papua kepada seluruh ASN di lingkungan pemerintah provinsi.

Menurut dia, pengurangan jam kerja tersebut sangat  bermanfaat bagi ASN muslim yang sementara menjalankan ibadah puasa. Sebab dengan adanya pengurangan tersebut, dirinya akan lebih leluasa membagi waktu kerja dan istirahat.

“Untuk itu, kita sangat berterima kasih kepada Gubernur Papua yang memberikan pengurangan jam kerja. Sebab dengan begitu, kita bisa berpuasa dengan maksimal,” terang dia.