JAYAPURA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pangan menggelar gerakan pangan murah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 11-12 Maret 2026 di Masjid Al-Aqsa, Kabupaten Jayapura.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan, GPM tujuannya untuk menjaga kestabilan pangan dan kestabilan harga barang di seluruh Papua. Selain itu, ini juga bagian dari menjaga inflasi di Papua.
“Barang-barang yang dijual di gerakan pangan murah selisih harganya lebih murah daripada barang yang dijual di pasar maupun ritel modern,” katanya, Rabu (11/3).
Sementara Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua, Sri Utami, mengatakan gerakan pangan murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Lebaran.
“Dalam kegiatan ini kami menyediakan sejumlah bahan pokok strategis yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, bawang, cabai, termasuk daging sapi dan daging ayam,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain bahan pokok, dalam kegiatan pangan murah tersebut juga disediakan sayuran dan berbagai bumbu dapur yang dijual dalam kondisi segar.
Gerakan pangan murah ini terbuka untuk umum, terutama bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.
“Harga yang kami tawarkan lebih terjangkau karena berada di bawah harga pasar atau harga yang dijual di toko,” tutupnya. ***