JAYAPURA - Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan seiring dengan kenaikan BBM non-subsidi jenis Pertamaxa, berdasarkan pemantauan sementara, belum terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok secara signifikan di pasaran.
Namun, beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai mulai menunjukkan tren kenaikan harga.
"Sejauh yang kami pantau, kenaikan harga barang baru terjadi pada beberapa komoditas tertentu seperti bawang merah dan cabai. Namun demikian, penyebab kenaikan tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut karena dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pasokan, musim, maupun biaya distribusi,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan biaya transportasi dapat berdampak pada distribusi barang dan logistik. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat sebagian besar kebutuhan masyarakat Papua masih dipasok dari luar daerah.
"Berdasarkan karakteristik perekonomian Papua, sektor transportasi diperkirakan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Hal ini dapat mempengaruhi biaya logistik karena sebagian besar kebutuhan masyarakat masih didatangkan dari luar Papua," ujarnya.
Andry mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.
“Masyarakat tidak perlu panik dan kami terus mendorong peningkatan produksi lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” tutupnya. ***