JAYAPURA - Di balik keberangkatan 124 pelajar Orang Asli Papua (OAP) menuju lima provinsi di Indonesia, tersimpan harapan besar Pemerintah Provinsi Papua untuk melahirkan generasi muda yang siap menjadi motor pembangunan daerah pada masa mendatang.
Melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Pemerintah Provinsi Papua bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali membuka jalan bagi putra-putri Papua untuk memperoleh pendidikan menengah berkualitas di luar daerah.
Para peserta akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA/SMK di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.
Bagi Pemerintah Provinsi Papua, program ini bukan sekadar mengirim siswa untuk bersekolah, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan seluruh peserta merupakan perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua yang telah melalui proses seleksi.
"Program ADEM adalah wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua. Mereka diharapkan menjadi generasi yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan wawasan yang lebih luas untuk membangun Papua di masa depan," katanya di Jayapura, Senin.
Christian menjelaskan seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mulai dari biaya sekolah, uang sekolah (SPP), tempat tinggal, hingga biaya hidup selama menempuh pendidikan di luar Papua.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam membuka kesempatan yang setara bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani persoalan biaya.
"Anak-anak yang berangkat hari ini adalah wajah Papua di daerah lain. Tunjukkan bahwa pelajar Papua mampu berprestasi, memiliki karakter yang baik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru," ujarnya.
Ia berharap pengalaman belajar di luar Papua dapat memperluas wawasan para siswa sekaligus membentuk karakter kepemimpinan yang akan dibutuhkan dalam pembangunan daerah pada masa mendatang. ***