JAYAPURA – Pemerintah mencanangkan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi untuk memperkuat budaya keselamatan dalam pelayanan transportasi. Pencanangan tersebut diharapkan menjadi momentum penerapan standar keselamatan secara konsisten sepanjang tahun.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, menyampaikan hal tersebut saat memimpin Upacara Hari Perhubungan Nasional di Politeknik Penerbangan Jayapura, Kamis (17/9/2026). Upacara tersebut dihadiri jajaran lintas satuan kerja bidang perhubungan.
Christian mengatakan keselamatan transportasi perlu menjadi bagian dari setiap pelaksanaan layanan. Standar keselamatan harus diterapkan dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif. Keselamatan adalah tanggung jawab moral, standar keselamatan harus hidup di lapangan,” kata Christian.
Menurut Christian, sektor perhubungan menghadapi berbagai risiko, termasuk kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung, gangguan penerbangan, hingga kecelakaan pelayaran. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan untuk menjaga keselamatan sekaligus mempertahankan konektivitas masyarakat.
Ia meminta insan perhubungan mempertimbangkan kondisi lapangan dalam menentukan keberlanjutan operasional transportasi. Apabila kondisi tidak aman, penghentian sementara layanan perlu dilakukan dengan menyiapkan alternatif transportasi.
“Dalam situasi seperti itu, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan,” ujarnya.
Christian juga mendorong pemanfaatan teknologi dan sistem pengawasan untuk mendukung layanan transportasi yang aman. Penguatan sistem tersebut perlu berjalan bersama peningkatan budaya keselamatan para penyelenggara transportasi.
“Jadikan bulan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi,” kata Christian. ***