JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan keterkaitan dapur Makan Bergizi Gratis dengan produksi pangan dari pekarangan keluarga. Konsep tersebut diharapkan membuka ruang bagi rumah tangga untuk ikut mendukung kebutuhan bahan pangan lokal.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan gagasan tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Sekolah Rakyat rintisan terintegrasi di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Fakhiri mengatakan pemanfaatan pekarangan keluarga dapat disinergikan dengan kebutuhan bahan pangan dapur MBG dan Sekolah Rakyat. Keluarga dapat menanam komoditas sederhana seperti cabai dan tomat untuk memenuhi sebagian kebutuhan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan rumah tangga dalam produksi pangan dapat memberikan tambahan aktivitas ekonomi bagi keluarga. Konsep tersebut juga mendukung pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
“Kalau tiap ekonomi rumah tangga, keluarga itu tumbuh, tentunya itu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat yang bawah,” ujarnya.
Fakhiri mengatakan kondisi geografis Papua perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan layanan MBG. Jarak antarkawasan dan keberadaan wilayah yang dipisahkan sungai, laut, serta hutan membuat distribusi pangan membutuhkan pendekatan yang sesuai kondisi daerah.
Karena itu, pembangunan dapur MBG perlu mempertimbangkan lokasi sekolah dan karakteristik wilayah pelayanan. Penempatan dapur diharapkan dapat mendekatkan layanan dengan sekolah yang berada di kawasan terpencil maupun pinggiran.
“Kita mau bangun di tengah hutan, siapa mau pergi makan. Sekolahnya saja di daerah pinggiran,” kata Fakhiri.
Ia berharap jumlah dapur MBG dapat bertambah sehingga cakupan sekolah yang memperoleh layanan semakin luas. Keterhubungan dengan produksi pangan keluarga juga dapat menjadi bagian dari pengembangan rantai pasok pangan lokal.
“Dapur-dapur ini kalau bisa bertambah, tentunya akan terlayani dengan sekolah-sekolah yang ada,” ujarnya. ***