Pemerintah Provinsi Papua secara resmi
telah mendaftarkan buah merah sebagai salah satu merek minuman resmi dalam
pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020, di bumi cenderawasih.
Menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, hal demikian
dikarenakan potensi buah merah yang saat ini banyak diburu oleh masyarakat luar
Papua. Dimana buah merah kini telah mulai diproduksi menjadi minuman berenergi,
minyak, bahan makanan, permen, jus, sabun kesehatan dan lainnya.
”Yang pasti nomor satu adalah buah merah harus menjadi
minuman resmi pada ajang PON XX Tahun 2020.”
“Sebab kita bahkan sudah produksi banyak untuk PON XX nanti.
Sudah ada pabriknya, bahkan hasil panen masyarakat semuanya langsung masuk ke
pabrik buah merah dibawah binaan kami,” terang Lukas di Jayapura, kemarin.
Lukas juga mengharapkan instansi terkait terus menggenjot
pengembangan buah merah, agar dapat dijual kepada masyarakat baik di dalam
maupun luar negeri.
Dengan begitu, dia berharap pangan lokal itu menjadi lebih
poluler diatas tanah ini. Sementara harapan lainnya, agar petani lokal pun bisa
ikut terangkat kehidupannya serta ekonomi keluarga tercukupi.
“Makanya kepada seluruh instansi pemerintah daerah maupun
BUMN yang ada diatas tanah ini agar bisa lebih percaya dan mengkonsumsi pangan
lokal termasuk buah merah yang menurut penelitian kaya akan vitamin,” aku dia.
Diketahui, buah merah
saat ini mulai diproduksi menjadi jus, sabun, permen, minuman Wine
(merah dan putih) dan lainnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua Semuel
Siriwa beberapa waktu lalu mengungkap telah mampu mengembangkan buah merah yang
kini sudah mencapai 564 hektar.
Meski demikian, dirinya mengaku masih akan terus
menggenjot pengembangan komoditas buah
merah, yang kini tengah dibudidayakan pada 11 kabupaten dan kota.