JAYAPURA - RSUD Jayapura menyiapkan rencana pengembangan layanan rumah sakit dengan memperkuat kapasitas perawatan intensif, khususnya Intensive Care Unit (ICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Penguatan ini diarahkan untuk memastikan pasien kritis, termasuk bayi, dapat ditangani lebih cepat dan optimal seiring meningkatnya kebutuhan layanan rujukan di Papua.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan keterbatasan ruang ICU dan NICU masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk serta tingginya pasien rujukan dari berbagai wilayah membuat kebutuhan perawatan intensif terus bertambah.
“Manajemen rumah sakit sudah mengidentifikasi persoalan tersebut dan mulai menyiapkan desain bangunan baru. Gedung ini direncanakan untuk menampung kebutuhan layanan perawatan intensif bagi pasien dewasa maupun bayi,” ujar Andreas, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, dari sekitar 300 tempat tidur yang tersedia, kebutuhan ideal ruang ICU seharusnya mencapai sekitar 10 persen. Namun kapasitas ruang perawatan intensif yang ada saat ini masih belum memenuhi kebutuhan tersebut.
“Jayapura sudah bukan seperti dulu. Penduduk bertambah, kasus gawat darurat meningkat, tetapi kapasitas rumah sakit belum berkembang secara seimbang,” katanya.
Menurut Andreas, penambahan gedung dan peningkatan kapasitas ICU diharapkan dapat menekan penumpukan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dengan layanan intensif yang memadai, penanganan pasien kritis dapat lebih cepat, terarah, dan berdampak pada peningkatan keselamatan pasien.
“Kami menargetkan penguatan layanan kritis ini sebagai bagian dari perbaikan menyeluruh sistem pelayanan rumah sakit. Harapannya meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan di Papua,” ucapnya. ***