JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua menegaskan fokusnya pada perluasan manfaat Koperasi Merah Putih agar benar-benar dirasakan masyarakat kampung. Koperasi ini dipandang sebagai sarana penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung.
Gubernur Papua Matius Fakhiri menyampaikan hal tersebut usai pertemuan dengan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pertemuan membahas penguatan implementasi Koperasi Merah Putih sebagai program prioritas nasional yang diarahkan langsung menyentuh ekonomi rakyat.
Gubernur menjelaskan, Papua memiliki 999 kampung yang selama ini telah diupayakan memiliki koperasi. Namun, untuk skema Koperasi Merah Putih, saat ini baru terdapat 10 gerai yang tersebar di tiga kabupaten/kota. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.
“Kami ingin memastikan koperasi ini tidak hanya ada di atas kertas, tetapi benar-benar berfungsi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kampung,” ujar Fakhiri.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga penguatan usaha produktif di tingkat kampung. Karena itu, percepatan pengembangannya membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga ke level kabupaten dan kota.
Pemerintah Provinsi Papua akan mengoordinasikan seluruh kepala daerah untuk memastikan kesiapan wilayah masing-masing. Dinas Koperasi Provinsi Papua juga diminta lebih aktif mengawal pelaksanaan program, termasuk melakukan pendampingan dan pemantauan di lapangan.
Gubernur menegaskan, keberhasilan Koperasi Merah Putih akan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi kampung serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Papua. Pemerintah provinsi berharap manfaat program ini dapat segera dirasakan secara luas oleh masyarakat. ***